Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Direktur Utama, Wiwik Widayanti, Mengklaim Pembaruan Sistem Tiket Elektronik KRL Sudah Selesai. (Foto: Dream.co.id/Ilman Nafian)
Dream – PT KAI Commuter Indonesia (KCI) akhirnya selesai memperbarui sistem tiket elektronik yang sempat membuat kepadatan penumpang menyemut di stasiun kereta pada Senin, 23 JUli 2013 pagi.
KCI mengakui pembaruan sistem ini memakan waktu lebih lama dar yang diperkirakan.
Direktur Utama KCI, Wiwik Widayanti, mengatakan pembaruan dan pemeliharaan tiket sebetulnya sudah dilakukan pada Sabtu, 21 Juli 2018. Awalnya, proses ini direncanakan selesai pada Minggu, 22 Juli 2018.
“ Proses yang berlangsung sejak Sabtu ini akhirnya berhasil dilakukan siang ini walaupun prosesnya ternyata lebih lama. Tadinya, kami mengharapkan Minggu selesai,” kata Wiwik di Jakarta, Senin 23 Juli 2018.
Sayangnya, tak dijelaskan alasan update sistem tiket elektronik bisa molor.
(Baca: Sistem Tiket Baru KRL, Penumpang Ribut, Antrean Mengular)
Dia mengatakan pembaruan ini diperlukan karena KCI belum pernah meng-update sistem sejak diberlakukan pada 2013. Pada tahun itu, sistem elektronik KRL didesain untuk 400 orang penumpang. Tapi, kini, penumpangnya sudah mencapai 1 juta per hari.
“ Pembaruan ini juga untuk menuju 1,2 juta penumpang,” kata Wiwik.
Anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero)/KAI menyebut beberapa kartu multi trip (KMT), uang elektronik bank, dan tiket harian berjaminan (THB) perlu divalidasi ulang yang bisa dilakukan di loket stasiun.
“ Pengguna memiliki waktu hingga tujuh hari untuk menyelesaikan dan menormalkan kembali kartunya,” kata dia.
Sekadar informasi, KCI menerapkan tiket kertas seharga Rp3 ribu untuk selama masa pembaruan. Tak sedikit penumpang mengeluh proses antrean yang cukup panjang.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya