Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Hari Ini, Tiga Indeks Syariah Perkasa Di Zona Hijau.
Dream - Kecemasan pelaku pasar pada bertahannya suku bunga acuan dan kurs rupiah yang melemah sepertinya sudah memudar. Pelaku pasar di lantai bursa kembali turun ke pasar dan mendorong sejumlah indeks acuan bergerak menguat.
Dengan harga saham yang terkoreksi dua hari terakhir, tiga indeks acuan saham syariah juga bergerak menguat di awal pekan ini.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 23 Juli 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menanjak 1,568 poin (0,89%) ke level 176,915.
Aksi beli investor membuat ISSI bertahan sepanjang hari di zona hijau dengan level tertinggi diukir di 177,150.
Menguatnya lebih dari separuh penghuni indeks bluecship syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga mendorong laju indeks ini bergerak menguat, Indeks JII terangkat 6,578 poin (1%) ke level 662,118.
Begitu pula dengan Jakarta Islamic Index 70 (JII70) ditutup menguat 2,515 poin (1,15%) ke level 220,526.
Transaksi perdagangan saham syariah mencatat kenaikan dari sisi nilai meski volumenya berkurang. Hingga sesi paska-penutupan perdagangan, tercatat nilai transaksi saham syariah mencapai Rp3,2 triliun dengan 43,35 miliar lembar saham.
Asing semakin agresif mengoleksi saham-saham syariah. Di awal pekan ini, asing kembali mencatat nett buy yang bertambah menjadi Rp185 miliar.
Emiten di sektor infrastruktur dan barang konsumsi menjadi sasaran beli investor dengan kenaikan indeks masing-masing 1,54 persen dan 1,48 persen.
Indeks bluechip syariah pencetak top gainer kali ini adalah ITMG yang harga sahamnya naik Rp700, UNTR Rp700, LPPF Rp600, UNVR Rp300, dan SMGR Rp175.
Sebaliknya, saham INDY turun Rp150, AKRA R40, ADRO Rp25, PGAS Rp20, dan INCO Rp10.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat seharian. Rupiah menguat 24 poin (0,17%) ke level Rp14.471 per dolar AS. Rupiah juga menyentuh level tertinggi di Rp14.436 per dolar AS.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya