Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Duh, Tiga Indeks Syariah Sama-sama Tiarap.
Dream - Tren pelemahan indeks syariah yang berlangsung sejak tiga hari terakhir mencapai puncaknya di awal pekan ini. Tiga indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpangkas cukup dalam pada penutupan perdagangan harian, Senin, 16 Juli 2018.
Kabar baik justru muncul dari pasar uang. Kurs dollar AS yang sempat menguat ke level 14.400, sedikit melemah di perdagangan sore ini.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan melemah 1,646 poin (0,93%) ke level 175,503. ISSI memerah di awal perdagangan saat dibuka di level 176,847. Aksi beli sempat mendorong ISSI menguat dengan menyentuh level tertinggi di 177,549 sebelum akhirnya tergelincir sampai sesi penutupan.
Tekanan jual pada sebagian besar bluechips syariah juga mendorong indeks saham unggulan syariah melemah. Jakarta Islamic Index (JII) terkoreksi 8,554 poin (1,28%) ke level 661,153.
Sementara indeks bluechips syariah lainnya, Jakarta Islamic Index 70 (JII70) turun 2,785 poin (1,26%) ke level 218,814.
Transaksi perdagangan saham syariah sedikit lesu di awal pekan ini. Hingga sesi paska penutupan perdagangan tercatat 41,82 miliar lembar saham dengan dana bergulir Rp3,2 triliun.
Pemodal asing yang sempat mengoleksi saham syariah berbalik arah melepas portofolionya. Nett sell asing relatif masih kecil sebesar Rp62 miliar.
Mayoritas indeks sektoral bergerak memerah. Indeks infrastruktur terkoreksi 1,47 persen, industri dasar 1,36 persen, dan properti 1,25 persen.
Penguatan indeks keuangan sebesar 0,11 persen dan perdagangan 0,23 persen tak sanggup menahan laju perdagangan.
Emiten bluechip syariah pencetak top gainer kali ini adalah UNTR yang harganya terangkat Rp250, TPIA Rp75, AKRA Rp70, PTBA Rp70, dan BSDE Rp70.
Harga saham UNVR anjlok Rp1.250. Pelemahan ini diikuti oleh harga ITMG yang merosot Rp800, SMGR Rp200, LPPF Rp150, dan EXCL Rp110.
Alhamdulillah, sentimen negatif pasar modal ini tak berimbas kepada pasar uang. Dolar AS lengser dari posisi Rp14.400 per dolar AS. Ketika perdagangan ditutup, rupiah menguat 25 poin (0,17%) ke level Rp14.353 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya