Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Tiga Indeks Syariah Kompak Menguat Pada Akhir Pekan Minggu Ini.
Dream - Sentimen positif terhadap divestasi mayoritas saham Freeport Indonesia masih memicu aksi beli pelaku pasar. Kali ini giliran saham-saham di sektor pertambangan ikut menjadi incaran para pelaku pasar.
Kembalinya aksi beli pemodal asing juga turut mendorong sejumlah indeks saham acuan termasuk indeks syariah kompak menguat pada penutupan perdagangan, Jumat 13 Juli 2018.
Pada papan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), terangkat 0,391 poin (0,22%) ke level 177,149. Indeks ISSI bergerak fluktuatif setelah dibuka di level 179,916. ISSI sempat bergerak melemah dan menyentuh level terendah di 176,136.
Aksi beli investor pada beberapa bluechps tambang juga mendorong indeks saham unggulan syariah bergerak menguat.
Indeks keping biru syariah Jakarta Islamic Index (JII) menanjak 1,063 poin (0,16%) ke level 669,689. Begitu pula dengan Jakarta Islamic Index 70 (JII70) yang ditutup menguat 0,285 poin (0,13%) ke level 221,599.
Sentimen positif masih terasa di lantai bursa dan membuat investor selektif membeli saham. Aksi selektif ini membuat volume dan transaksi perdagangan saham syariah jelang akhir pekan ini sedikit menurun.
Hingga sesi paska penutupan perdagangan, tercatat transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp3,97 triliun dari 45,85 miliar lembar saham yang berpindah tangan.
Di lantai bursa, dua indeks sektoral bergeliat di perdagangan hari ini. Keduanya adalah indeks sektor industri aneka yang terangkat 1,40 persen dan keuangan 1,13 persen.
Pelemahan indeks manufaktur sebesar 0,88 persen, pertanian 0,17 persen, dan properti 0,10 persen bisa tertutup.
Saham UNTR melesat cukup tinggi. Harga sahamnya naik Rp1.050. Kenaikan saham ini diikuti oleh saham INCO Rp300, LPPF Rp175, ASII Rp125, dan PGAS Rp65.
Sebaliknya, harga saham ITMG melemah Rp225, SMGR Rp175, INTP Rp100, TLKM Rp80, dan PTBA Rp60.
Sentimen positif ini juga berdampak kepada pasar uang. Alhamdulillah, rupiah perkasa seharian terhadap dolar AS. Dolar beringsut dari level Rp14.400. Ketika perdagangan ditutup, rupiah menguat 46 poin (0,32%) ke level Rp14.344 per dolar AS dan menyentuh level terendah di Rp14.338 per dolar AS.
(Sah)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya