Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Pemerintah Menyalurkan Dana Rp3,53 Triliun Untuk Infrastruktur Pendidikan Dari Sukuk Negara.
Dream – Kementerian Keuangan terus memperluas jangkauan pembiayaan pembangunan infrastruktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), melalui skema pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
Dikutip dari Merdeka.com, Selasa 23 Juli 2018, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman, mengatakan dari total 57 PTKIN, ada 95 persen atau 54 PTKIN di antara menggunakan pembiayaan SBSN. Dengan cara bergantian setiap tahunnya, total dana yang disalurkan mencapai Rp3,53 triliun.
“ Salah satunya gedung di IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Surakarta ini,” kata Luky saat peletakan batu pertama pembangunan Gedung Pendidikan Terpadu dan Pusat Bahasa IAIN Surakarta, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah.
Pembiayaan proyek melalui SBSN merupakan sinergi kebijakan antara Kementerian Keuangan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, serta kementerian/lembaga lain.
Untuk membiayai proyek atau kegiatan prioritas bakal menggunakan dana yang bersumber dari pasar keuangan, melalui instrumen surat berharga negara berbasis syariah yang diterbitkan pemerintah sejak 2008.
“ Sebagai gambaran, total penerbitan SBSN sejak 2008 sampai 12 Juli 2018 mencapai Rp906,1 triliun,” kata dia.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin, mengatakan SBSN telah berhasil membuat pembangunan PTKIN di daerah, luar biasa.
“ Skema pembiayan melalui SBSN ini kami harapkan bisa meningkatkan angka partisipasi kasar nasional,” kata Kamaruddin.
Pembangunan gedung pendidikan terpadu dan pusat bahasa IAIN Surakarta ini menghabiskan anggaran sebesar Rp50 miliar. Gedung ini ditargetkan rampung dalam satu tahun mendatang.
Rektor IAIN Surakarta, Mudofir, mengatakan pembangunan gedung baru ini akan semakin meningkatkan pelayanan terhadap mahasiswa yang tahun ini mencapai 16 ribu orang.
“ Dari tahun ke tahun ini, animo calon mahasiswa di IAIN Surakarta semakin tinggi. Pembangunan gedung baru ini diharapkan bisa memberikan kontribusi yang semakin besar,” kata dia. (ism)
Advertisement

3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?