Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi
Dream - Niat Malaysia membangun bank syariah terbesar bakal semakin mulus. Orang nomor satu Malaysia, Perdana Menteri Najib Razak menyatakan dukungannya terhadap gagasan penggabungan tiga bank untuk membentuk satu bank syariah raksasa.
Pendirian bank syariah tersebut dianggapnya sebagai cetak biru global bagi keuangan Islam dan memposisikannya sebagai alternatif untuk perbankan konvensional.
" Kami tidak ingin keuangan Islam hanya diterima dengan baik di dunia Muslim, tetapi juga di luar di dunia non-Muslim," kata Razak, Jumat, 31 Oktober 2014.
Nazib menegaskan, pemerintah tertarik untuk mengintegrasikan dan melakukan penetrasi ke pasar yang lebih luas. Harapannya, sistem keuangan Islam akan dipandang sebagai alternatif yang nyata untuk pembiayaan konvensional.
Sebelumnya, sebuah proposal tentang merger antara CIMB Group Holdings Bhd Malaysia dan dua bank yang lebih kecil akan menciptakan bank syariah dengan kekuatan keuangan dan ruang lingkup regional yang sejauh ini belum ada di industri keuangan syariah.
Konsolidasi tersebut akan positif bagi sektor perbankan Malaysia, meskipun pemerintah Malaysia tidak memaksakan dan menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada pemegang saham, kata Razak dalam sebuah wawancara di sela-sela konferensi keuangan Islam di Dubai.
Keuangan Islam saat ini memang terpusat terutama di Asia Tenggara dan wilayah Teluk. Namun dalam satu tahun terakhir, beberapa negara lain seperti Inggris dan Hong Kong telah berusaha untuk mengembangkan pasar obligasi syariah sebagai cara untuk memikat investor muslim.
Konsep bank syariah raksasa telah dibahas di industri keuangan Islam selama bertahun-tahun, namun upaya sebelumnya telah gagal karena sedikitnya minat sektor swasta.
Pembicaraan merger antara CIMB Group Holdings Bhd, RHB Capital Bhd dan Malaysia Building Society Bhd dimulai pada bulan Juli, yang bertujuan untuk menandatangani perjanjian definitif awal tahun depan dan untuk menyelesaikan kesepakatan pada pertengahan 2015.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam