Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Mega Bank Syariah Dapat Restu Orang Nomor Satu Malaysia

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 31 Oktober 2014 14:45
Mega Bank Syariah Dapat Restu Orang Nomor Satu Malaysia
Kami tidak ingin keuangan Islam hanya diterima dengan baik di dunia Muslim, tetapi juga di luar di dunia non-Muslim

Dream - Niat Malaysia membangun bank syariah terbesar bakal semakin mulus. Orang nomor satu Malaysia, Perdana Menteri Najib Razak menyatakan dukungannya terhadap gagasan penggabungan tiga bank untuk membentuk satu bank syariah raksasa.

Pendirian bank syariah tersebut dianggapnya sebagai cetak biru global bagi keuangan Islam dan memposisikannya sebagai alternatif untuk perbankan konvensional.

" Kami tidak ingin keuangan Islam hanya diterima dengan baik di dunia Muslim, tetapi juga di luar di dunia non-Muslim," kata Razak, Jumat, 31 Oktober 2014.

Nazib menegaskan, pemerintah tertarik untuk mengintegrasikan dan melakukan penetrasi ke pasar yang lebih luas. Harapannya, sistem keuangan Islam akan dipandang sebagai alternatif yang nyata untuk pembiayaan konvensional.

Sebelumnya, sebuah proposal tentang merger antara CIMB Group Holdings Bhd Malaysia dan dua bank yang lebih kecil akan menciptakan bank syariah dengan kekuatan keuangan dan ruang lingkup regional yang sejauh ini belum ada di industri keuangan syariah.

Konsolidasi tersebut akan positif bagi sektor perbankan Malaysia, meskipun pemerintah Malaysia tidak memaksakan dan menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada pemegang saham, kata Razak dalam sebuah wawancara di sela-sela konferensi keuangan Islam di Dubai.

Keuangan Islam saat ini memang terpusat terutama di Asia Tenggara dan wilayah Teluk. Namun dalam satu tahun terakhir, beberapa negara lain seperti Inggris dan Hong Kong telah berusaha untuk mengembangkan pasar obligasi syariah sebagai cara untuk memikat investor muslim.

Konsep bank syariah raksasa telah dibahas di industri keuangan Islam selama bertahun-tahun, namun upaya sebelumnya telah gagal karena sedikitnya minat sektor swasta.

Pembicaraan merger antara CIMB Group Holdings Bhd, RHB Capital Bhd dan Malaysia Building Society Bhd dimulai pada bulan Juli, yang bertujuan untuk menandatangani perjanjian definitif awal tahun depan dan untuk menyelesaikan kesepakatan pada pertengahan 2015.

Beri Komentar