Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia saat ini tidak memiliki utang pada Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF). Utang Pemerintah Indonesia kepada IMF telah diselesaikan pada tahun 2006 silam.
Menurut Bambang, saat ini memang terdapat dana sebesar US$ 2,79 miliar yang merupakan kuota alokasi Special Drawing Rights (SDR) dari IMF untuk semua negara anggota. Namun demikian, Bambang menegaskan dana tersebut merupakan bagian dari standar pengelolaan devisa IMF, dan bukan merupakan utang yang harus dibayar.
“ Pemerintah RI tidak berutang ke IMF, kalaupun ada utang, itu adalah dari BI (Bank Indonesia) ke IMF dalam rangka pengelolaan devisa, yang disebut sebagai balance (of) payments support. Jadi itu bukan utang yang harus dibayar, itu memang bagian dari standar pengelolaan devisa dari IMF,” jelas Bambang seperti dikutip dari laman situs Kementerian Keuangan, Rabu, 29 April 2015.
Hal tersebut, lanjut Bambang, tidak terlepas dari peran BI sebagai Bank Sentral yang dalam pengelolaan devisanya mengikuti standar-standar yang diterapkan oleh IMF.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, jika dilihat dari sisi utang, maka dana tersebut dapat diibaratkan sebagai pinjaman siaga (standby loan), yang dapat dipakai jika diperlukan.
“ Jadi kalau dilihat dari sisi loan itu adalah semacam standby loan. Standby loan bisa dipakai bisa tidak. Sejauh ini karena kondisi ekonomi kita masih cukup baik, maka uang itu tidak perlu dipakai,” pungkasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya