Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Ahli Ekonomi Emil Salim mengungkapkan kebanyakan manusia melakukan kegiatan ekonomi hanya bertujuan untuk mendapatkan keuntungan sementara. Pergerakan aliran uang selalu bisa diprediksi, ketika ada negara yang menawarkan bunga yang tinggi maka aliran dana akan berbondong-bondong masuk.
Namun, lanjutnya, begitu negara tersebut mengalami kondisi ekonomi yang tidak baik, maka modal tersebut langsung 'berhamburan' keluar negara itu.
" Kita harus waspada pada bulan Juni-Juli ini karena AS diperkirakan menaikkan suku bunganya, maka nilai tukar kita akan terancam karena dolar mengalir keluar. Uang masuk itu bukan mendorong sektor riil tetapi hanya mengambil manfaat yang cepat," ujarnya dalam Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah 2015 di Universitas Indonesia, Depok, Selasa, 28 April 2015.
Melihat tren ini, Emil menilai perlunya penerapan sistem keuangan syariah yang tidak mengandalkan semata-mata bunga, tetapi manfaat yang berkeadilan. Dengan demikian, uang yang masuk bisa diambil manfaatnya untuk negara.
" Untuk itu perlu sistem keuangan syariah karena keuangan syariah mengoreksi nafsu manusia dalam ekonomi," tegasnya.
Emil juga menyayangkan saat ini sistem keuangan syariah belum dipahami betul oleh para pejabat negara. Pasalnya, masih banyak pejabat yang menggunakan uang negara secara tidak berkeadilan.
" Saya suka sebel, anggaran sebesar Rp 2 miliar dibelikan wangi-wangian DPR. Padahal, kita masih jauh untuk menegakkan keadilan dari Timur ke Barat," tegasnya.
" Harusnya mereka mengerti ini bukan uang pemerintah yang dicetak seenaknya, tapi ini uang pajak untuk keadilan dan gol dari sistem keuangan syariah ini adalah keadilan," tandasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya