Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melihat besarnya potensi dalam mengembangkan keuangan syariah di tanah air. Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman Hadad menyebutkan setidaknya ada tiga sektor yang bisa digaet lembaga jasa keuangan syariah.
Dalam pembukaan Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah 2015 di Universitas Indonesia, Depok, Muliaman menyatakan besarnya masyarakat ekonomi rendah sebagai potensi besar bagi lembaga keuangan syariah.
" Pertama, keuangan syariah perlu membuka akses kepada masyarakat bawah karena setidaknya ada 20 persen masyarakat berada pada posisi ini, baik di timur Indonesia maupun di kota. Jadi bagaimana keuangan syariah juga bisa memperhatikan masyakat ini, karena dengan begitu maka keuangan syariah termobilisasi sehingga bisa menjadi landasan kuat keuangan syariah di Indonesia," ujarnya.
Kedua, lanjut Muliaman, kelompok kelas menengah yang diperkirakan jumlahnya mencapai 120 juta orang.
" Middle income group itu bekembang, mereka latar belakang pendidikan baik, tinggal di kota, dan kebanyakan mereka muslim. Makanya perlu keuangan syariah yang kuat dengan produk yang banyak karena mereka membutuhkan tabungan, asuransi, dan produk lainnya," papar Muliaman.
Ketiga, Muliaman menyatakan keuangan syariah bisa membiayai proyek-proyek pembangunan. Hal ini mengingat pemerintah tengah gencar mempercepat pembangunan di tanah air.
" Jadi mau beli pesawat, bangun jalan tol, bisa menggunakan pembiayaan syariah," ujarnya.
Selain itu, Muliaman menyatakan perusahaan bisa menerbitkan surat utang syariah (sukuk) sebagai alternatif pembiayaan. Dengan demikian, keuangan syariah bisa tumbuh dengan cepat.
" Kalau semua itu tidak dilakukan, ditambah kurangnya potensi SDM, infrastruktur, dukungan pemerintah, maka keuangan syariah tinggal menunggu waktu (untuk hancur)," pungkasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya