Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Aksi belanja jelang penutupan sukses mengangkat indeks saham syariah yang kemarin terpangkas cukup dalam. Saham sektor barang konsumen menjadi motor penggerak indeks.
Penguatan dua indeks saham syariah gagal diikuti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun IHSG berhasil memangkas koreksi dalam yang terjadi di sesi pembukaan.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 28 April 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menanjak 0,609 poin (0,36%) ke level 167,851.
ISSI pagi ini memulai perdagangan dengan melemah ke level 166,446. HIngga sesi pertama, ISSI belum bisa beranjak dari zona merah.
Munculnya aksi beli di tengah koreksi harga saham yang cukup dalam membuat ISSI menembus teritori positif di akhir perdagangan.
Aksi jual beli saham syariah kali ini mencapai Rp 3,5 triliun dengan 30,83 miliar saham yang beralihtangan.
Pelaku pasar sukses mengangkat 89 emiten ke zona hijau. Meski ISSI masih didominasi warna merah dengan 110 emiten yang tergolek lemah.
Kembalinya aksi beli juga melanda saham-saham bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) sukses menguat 2,844 poin (0,41%) ke level 701,082.
Indeks JII kali ini disokong menguatnya harga saham dari 13 emiten bluechips syariah. Sebaliknya, 14 penghuni JII lainnya masih dilanda aksi jual.
Saham UNVR kembali menjadi motor penggerak JII. Mencetak kenaikan Rp 2.425 per saham, JII memimpin daftar top gainer. Disusul AALI yang menguat Rp 275, INCO Rp 195, AKRA Rp 100, dan PTBA Rp 75 per saham.
Meski dua indeks saham syariah bergerak menguat, lantai bursa saham secara umum justru dilanda pelemahan.
IHSG sore ini ditutup melemah 3,289 poin (0,06%) ke level 5.242,157. Pelemahan IHSG dipicu koreksi harga saham dari 176 emiten. Sebaliknya, IHSG sukses membawa 142 emiten ke zona positif.
Lantai bursa kali ini sukses mentransaksikan 50,78 miliar saham bernilai Rp 6,92 triliun. Namun, pasar modal Indonesia harus kehilangan dana asing yang mencetak nett sell sekitar Rp 1,81 triliun.
Dari pasar keuangan, rupiah mulai kembali menghadapi tekanan. Sempat menyentuh level 13.016, kurs rupiah sore ini bertengger di level 12.994 per dolar AS atau melemah 21 poin (0,16%).
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya