7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Foto: Tangkapan Layar Instagram @kitabisacom
Dream - Kota Bekasi seringkali menjadi bahan guyonan oleh warganet. Kota ini sempat dilabeli Planet Bekasi lantaran letaknya yang cukup jauh dari pusat kota DKI Jakarta.
Bekasi juga dinilai memiliki kondisi lalu lintas yang semrawut, cuaca panas yang cukup ekstrem, tata kota tidak teratur, banyak jalan berlubang, sampah, hingga banjir.
Meski begitu, salah satu kota penyangga Jakarta ini memiliki segudang hal yang patut dibanggakan. Termasuk label baru, dengan penduduk yang rajin beramal. Bahkan dilirik banyak orang untuk jadi tempat tinggal.
Akun Instagram akun @kitabisacom mengunggah video sebuah papan reklame atau billboard. Dalam video itu memperlihatkan tulisan yang memuji kebaikan penduduk Kota Bekasi.
View this post on Instagram
" Buat yang suka ngeledekin anak Bekasi, sungkem dulu coba sama mereka. Alih-alih ngeladenin, warga Bekasi justru pake energinya buat bantu orang membutuhkan di Aplikasi Kitabisa. Rispek sih aku," tulis akun tersebut dalam keterangan video yang diunggahnya pada Selasa, 28 Desember 2021.
Meski kerap jadi bahan becandaan, rupanya penduduk Bekasi tercatat sudah lebih dari 185 ribu kali berdonasi. Sehingga layak disebut sebagai warga yang rajin beramal.
Dalam papan reklame tertuliskan, " Walaupun Bekasi sering dibecandain, tapi soal kebaikan enggak main-main! Selama 2021, warga Bekasi donasi lebih dari 185 ribu kali untuk bantu sesama di aplikasi Kitabisa."
Media sosial juga sempat dibuat heboh dengan video kondisi cuaca di Bekasi yang begitu panas. Melansir dari akun TikTok @k_project9 yang menunjukkan aksi memasak tanpa gas.
Siang hari yang begitu terik di Bekasi, membuat pemilik akun mencoba menggoreng telur menggunakan teflon di halaman rumahnya.
Setelah telur dibalik dan dirasa sudah matang, ia pun segera menyantap dengan nasi. Videonya pun banyak disukai warganet dan mendukung opini betapa panasnya Kota Bekasi.
@k_project9 Hemat gas tingal d Bekasi 😌 #bekasi #fypシ #fyp ♬ Yamet Kudasi Cover - Deny
Kini Kota Bekasi dianggap memiliki banyak potensi besar di bidang bisnis. Bahkan dianggap sebagai pasar garapan yang menguntungkan oleh para pebisnis, terutama bidang properti dan pengusaha ritel.
Selain itu, pertumbuhan ekonominya terbilang cukup pesat. Dengan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM)-nya mencapai angka 70,5 pada tahun 2017. Ini menunjukkan posisi tertinggi kedua di Jawa Barat.
Ditambah lagi, para pebisnis melirik Kota Bekasi dengan pertimbangan sentra ekonomi yang aktif. Terutama jika dibandingkan dengan Jakarta sebagai sentra ekonomi Nasional.
Video unggahan akun Instagram @kitabisacom itu pun menuai beragam komentar. Ada warga Bekasi yang bangga dengan tempat tinggalnya, hingga warga kota Bandung yang ikut memuji Bekasi.
" Aku bangga jadi warga bekasi," tulis warganet dalam kolom komentar.
" Anak bekasi mahh emang baik akhlak nya bagus aamiin," komentar warganet.
" Bekasi sering dibully, tapi giliran nyari rumah kebanyakan minggir ke Bekasi. #banggabekasi," sahut yang lainnya.
" Saya dulu sering bully Bekasi. Sekarang gue kerja stay di Bekasi Alhamdulillah walapun semrawut tapi udah mulai betah, kena karma kayanya," curhat seorang warganet.
" Aku anak Bandung ikut senang banyak sodara yang terbantu oleh anak Bekasi," puji warganet asal Bandung.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?