Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Akhir bulan ini Indonesia akan memutuskan nasib megaproyek supercepat Jakarta Bandung. Sebuah konsultan akan menjadi pemeri masukan bagi pemerintah Joko Widodo.
" Akhir bulan ini akan kita putuskan setelah melalui tahapan assesment dari konsultan," ujar Presiden Joko Widodo seperti dikutip laman Setkab.go.id, Rabu, 12 Agustus 2015.
Jokowi, sapaan Presiden, mengatakan pemerintah akan menilai calon investor mulai dari aspek biaya, teknis, konstruksi, hingga teknologi yang akan dipakai.
Pemerintah bahkan akan mempertimbangkan kandungan lokal dan aspek lainnya dalam memutuskan pemenang megaproyek tersebut. " Semua kita hitung. Kalau sudah diputuskan nanti akan kita umumkan," katanya.
Meski menunggu hasil konsultan, pemerintah memastikan hanya akan memilih investor yang tidak ada konflik kepentingan.
Presiden menjelaskan, studi kelayakan proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung itu sudah 100 persen selesai, dan Senin (10/8) kemarin sudah diserahkan kepada Pemerintah Indonesia.
“ Di situ juga ada tawaran mengenai investornya, tawaran mengenai selesainya. Semua sudah dipaparkan komplit, tinggal dinilai, maksudnya mana yang akan dipakai,” papar Presiden.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pemerintah telah menerima hasil studi kelayakan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dari Pemerintah Tiongkok yang disampaikan pemerintah RRT melalui Menteri Komisi Pembangunan Nasional dan Reformasi Tiongkok Xu Shaoshi, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 10 Agustus 2015.
Menko Perekonomian Sofyan Djalil yang mendampingi Presiden Jokowi mengatakan, dalam pertemuan itu delegasi Pemerintah RRT yang dipimpin Menteri Komisi Pembangunan Nasional dan Reformasi Xu Shaoshi melaporkan hasil studi kelayakan perusahaan Tiongkok terhadap proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya