Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Saham Dubai (Arabianbusiness.com)
Dream - Gerak positif indeks bursa saham Indonesia di awal perdagangan tak mampu dipertahankan pelaku pasar. Perdagangan saham di awal pekan ini memang bergantung pada sentimen regional dan aksi pemodal asing.
Pada pembukaan perdagangan saham Senin, 9 Juni 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 8,41 poin (0,17%) ke level 4.945,58. Sayangnya, satu jam perdagangan, indeks justru melorot ke zona merah.
Hingga perdagangan pukul 9.54 WIB, IHSG terperosok ke zona negatif dengan koreksi 5,49 poin (0,11%) ke level 4.931,68.
Kondisi yang sama dialami dua indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang dibuka menguat dan menyentuh lebel tertinggi 153,23, justru melorot 0,27 poin (0,17%) ke level 162,56.
Hal serupa dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Indonesia (JII) yang melorot 1,3 poin (0,2%) ke level 665,09.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo mengatakan indeks gerak indeks pekan kedua Juni ini masih belum mendapatkan tenaga dari sentimen dalam negeri.
" Semua masih tergantung dari sentimen regional dan aliran dana asing yang pada hari Kamis dan Jumat kemarin, lebih cenderung dalam posisi net sell," katanya.
Dia memperkirakan, indeks bursa saham hari ini bakal bergerak bervariasi. Suport di kisaran gap 4913 - 4926 tetap menjadi suport yang kuat. Disisi lain, level 4950 tetap menjadi resisten yang kuat.
" Penutupan diatas 4950 bakal membuka potensi kenaikan hingga kisaran 5150-5200," ujar Satrio. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya