Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Bank Muamalat Dan Baitulmaal Muamalat Menggelar Penyaluran Hewan Kurban. (Foto: Bank Muamalat)
Dream – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk bersama dengan Baitul Maal Muamalat (BMM) kembali menyalurkan hewan kurban di Jakarta pada Senin 4 September 2017. Kurban ini merupakan komitmen bank syariah untuk mendukung upaya pemerintah memperbaiki kualitas gizi masyarakat terutama di daerah rawan pangan.
Tahun ini, Bank Muamalat melalui program bertajuk 'Qurbanku Syiarku' menyalurkan hewan kurban sebanyak 17 ekor sapi dan 92 ekor kambing. Hewan kurban tersebut berasal dari manajemen dan karyawan Bank Muamalat, pihak eksternal seperti mitra kerja dan masyarakat luas.
Tidak hanya itu, Bank Muamalat juga menargetkan perluasan distribusi daging kurban dalam bentuk makanan siap konsumsi kemasan kaleng.
“ Alhamdulillah, kami bersyukur dan senang karena sekali lagi dapat mendukung upaya pemerintah dalam mendorong penurunan angka gizi buruk di Indonesia. Kami berharap qurban yang kami laksanakan ini dapat terus memberikan manfaat lebih luas lagi, tidak hanya untuk masyarakat sekitar, tetapi juga saudara yang membutuhkan di seluruh Indonesia,” kata Direktur Utama Bank Muamalat, Endy Abdurrahman, melalui keterangan tertulis diterima Dream, Senin,4 September 2017.
Endy mengatakan lebih dari 6000 kaleng daging kurban akan didistribusikan ke daerah rawan pangan dan gizi buruk di berbagai tempat di Indonesia. Beberapa di antaranya seperti Kupang-Flores, Lebak-Banten, Gunung Kidul-Yogyakarta dan daerah lainnya.
Melalui upaya ini, Endy berharap dapat menurunkan tingkat prevalensi gizi buruk dan gizi kurang di masyarakat.
“ Kualitas gizi masyarakat Indonesia, khususnya balita, terus membaik dari tahun ke tahun. Hal tersebut tak lepas dari peran serta kita semua yang turut andil dalam mendukung upaya pemerintahan. Harapan kami ke depannya dapat semakin membaik, sehingga terwujud bangsa yang sehat dan sejahtera,” kata dia.
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?



5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol