Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Indeks acuan saham syariah di pasar modal Indonesia mengawali pekan ketiga Januari dengan bergerak positif. Namun laju indkes masih labil karena pemodal memantau ketat sentimen yang muncul.
Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 19 Januari 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik tipis ke level 166,26. Pada peutupan akhir pekan lalu, ISSI ditutup di level 166,07.
Gerak positif ISSI di awal sesi ini masih belum mantap. ISSI sempat loyo dan terlempar kembali ke zona merah di level 165,99. Namun kini ISSI sudah mendapatkan sedikit tenaga untuk kembali ke teritori hijau.
Hingga 22 menit waktu perdagangan, ISSI tercatat sudah menguat tipis 0,378 poin (0,23%) ke level 166,45. Di awal sesi ini, sebanyak 90 emiten syariah telah bergerak menguat meski 33 lainnya masih tertinggal di zona merah.
Pelaku pasar sudah mentransaksikan lebih dari 21.848 kali dengan efek beralih tangan sebanyak 4,9 miliar saham. Dari aksi jual beli ini, lantai bursa dibanjiri dana mencapai Rp 632 miliar.
Gerak labil juga dialami indesk saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Dibuka menguat di level 682,89, indeks JII sempat terpeleset ke level 680,59. Pada penutupan akhir pekan lalu, JII bertengger di level 681,68.
Tercatat sudah 25 emiten keping biru syariah yang melompat ke zona hijau. Sementara 4 emiten lainnya masih melemah dan 1 emiten memilih diam di tempat.
Kali ini emiten tambang menjadi buruan pelaku pasar yang ingin mengoleksi saham bluechips syariah. ITMG dan PTBA sementara memimpin kenaikan tertinggi.
Secara umum, bursa saham Indonesia pagi ini dibuka menguat tipis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya naik 3,780 poin (0,07%) ke level 5.152,159. Laju IHSG masih positif di sesi pembukaan usai menguat 10,102 poin (0,17%) ke level 5.157,270.
Total perdagangan saham di lantai bursa mencapai 214,07 juta saham dengan nilai transaksi Rp 246,07 miliar.
Sebagian besar sektor saham menguat kecuali sektor saham industri dasar turun 1,57 persen dan sektor saham manufaktur 0,22 persen. Emiten di sektor konstruksi memimpin penguatan usai menguat 0,70 persen, diikuti aneka industri 0,28 persen, dan tambang menanjak 0,63 persen.
Setelah sepekan kemarin menjual portofolionya, investor asing masih belum puas dengan aksi jualnya. Investor asing mencatat nett sell sekitar Rp 65 miliar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya