Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Survei: Pegawai Pilih Berbohong Jika Berakhir Pekan di Rumah

Reporter : Syahid Latif
Sabtu, 17 Januari 2015 17:02
Survei: Pegawai Pilih Berbohong Jika Berakhir Pekan di Rumah
Libur akhir pekan di rumah banyak jadi pilihan pegawai yang penat kerja sepekan penuh. Tapi banyak yang malu mengakuinya. Mengapa?

Dream - Akhir pekan senantiasa jadi momentum setiap orang untuk melepas penat setelah sepekan beraktivitas. Waktu libur dua hari ini biasanya digunakan untuk menyalurkan hobi atau sekadar berleha-leha di rumah. 

Sebuah penelitian terbaru dari perusahaan jaringan perhotelan dunia Hilton, mengungkapkan warga Uni Emirat Arab (UEA) biasanya lebih suka menghabiskan akhir pekan di rumah. Anehnya, mereka kerap berbohong tentang kegiatan akhir pekannya kepada mitra atau rekan kerjanya.

Separuh dari 1.013 warga UEA yang disurvei mengaku akan berakhir pekan di rumah saja setidaknya dua kali dalam sebulan. Sementara hampir seperempat (24 persen) tidak meninggalkan rumah pada hampir setiap akhir pekan.

Anehnya, penelitian ini menunjukkan banyak warga kota kosmopolitan Arab ini yang membumbui cerita kegiatan akhir pekan mereka. Sebanyak lebih dari separuh (57 persen) akan melebih-lebihkan aktivitas akhir pekan saat ditanya teman atau rekan kerja.

Sedangkan sebanyak 24 persen merasa muak dengan aktivitasnya Minggu pagi. Mereka yang berusia antara 18-24 merasa tidak puas dengan caranya menghabiskan akhir pekan.

Penemuan ini mungkin berkaitan dengan fakta bahwa warga UEA kurang begitu bisa menghabiskan waktu secara berkualitas dengan teman dan keluarganya.

Sebanyak 8 persen mengaku tidak bertemu teman saat akhir pekan dan 5 persen mengatakan hal sama dengan keluarga mereka. Namun 26 persen mengaku menghabiskan waktu paling tidak 4 jam menonton TV setiap akhir pekan.

Penelitian ini juga menyoroti bagaimana warga UEA menghabiskan uang mereka pada akhir pekan yang berakhir penyesalan. Tergoda belanja barang (47 persen) mengatakan menjadi penyebab mereka boros, disusul beli makanan (31 persen) dan makan-makan di luar (34 persen).

Mengenai rencana liburan akhir pekan, sedikit yang bisa merencanakan secara bersama-sama. Hampir separuh (46 persen) mengaku bertengkar dengan pasangan soal rencana liburan sekali dalam sebulan. Sekitar 40 persen pasangan yakin perjalanan wisata bisa mengakurkan hubungan. Sementara 28 persen percaya perjalanan wisata bisa menyelamatkan hubungan.

Beri Komentar