Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Tak Selamanya Malas Itu Buruk, Lho. (Foto: Shutterstock)
Dream – Seberapa sering kita menggunakan kata malas untuk menggambarkan diri sendiri? Kita kerap melabeli diri sebagai pemalas karena orang tua pernah memanggil kita dengan sebutan itu saat tidak membantunya mencuci piring.
Sebutan itu tak sadar pernah diucapkan saat anak menunda menyelesaikan PR dan baru merampungkannya di sekolah keesokan paginya.
Ya, malas ini identik dengan kurangnya motivasi. Ini sama saja dengan kegagalan untuk mengetahui bahwa kamupunya kemampuan untuk melakukan sesuatu.
Tapi, apakah malas bisa menjadi sesuatu yang positif? Tenyata jawabannya Bisa.
Ada empat cara malas bisa memberikan dampak positif bagi kita di dunia karier.
Pertama, bisa meningkatkan fokus
Pernah dengar istilah “ sistem kebut semalam (SKS)”? Ya, cara kerja ini memang sering diterapkan oleh pemalas. SKS bisa meningkatkan ketajaman fokus untuk mengerjakan suatu tugas. Meskipun begitu, sistem kerja last minute memberikan sedikit waktu untuk mengerjakan tugas. Jadi, risiko kesalahan pada tugas, bisa semakin besar.
Kedua, membuat Anda lebih efisien
Punya sikap malas ini, pada dasarnya, berarti ingin melakukan hal yang lebih sedikit. Sikap ini mendorong seseorang untuk menemukan cara yang lebih efisien untuk menyelesaikan tugas itu.
Ketiga, mendorong kreativitas
Dosen psikologi senior di University of Central Lancashire, Sandi Mann, mengatakan malas bisa membuka gagasan kreatif. “ Ketika bosan, kita mencari stimulasi saraf. Salah satu cara untuk mencapai ini adalah masuk ke dalam dan membiarkan pikiran kita mengembara. Ketika tersadar, kita bisa melihat berbagai hal secara berbeda dan melihat cara baru dalam melakukan sesuatu,” kata Mann.
Keempat, bisa membereskan tugas-tugas yang kecil
Biasanya orang lebih terbiasa mengerjakan tugas-tugas yang besar. Tugas yang kecil acapkali terabaikan atau tak terlihat sama sekali. Orang yang malas biasanya menyelesaikan tugas-tugas yang kecil sebelum fokus kepada tugas yang besar.
Sumber: Lifehack.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan