Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ada Klub Sepak Bola Yang Menjual Pemain Untuk Membeli Kambing. (Foto: Oddity Central)
Dream – Nasib miris sebuah klub sepakbola tak hanya terjadi di Indonesia. Sebuah kisah pilu dialami klub sepak bola kecil dari Turki, Gulspor. Klub ini menjual 18 pemainnya untuk membeli 10 ekor kambing sebagai investasi.
Klub sepak bola ini ingin menggenjot pendapatan dari penjualan susu dan daging.
Dilansir dari Oddity Central, Selasa 21 Agustus 2017, presiden Gulspor, Kenan Buyukleblebi, mengatakan, keputusan ini disebabkan oleh klub yang kekurangan dana. Tak ada dana pemerintah atau investasi dari sponsor untuk membesarkan klub. Bahkan, mereka tak punya dana untuk tampil di liga rendah.
“ Kami harus memiliki pendapatan konstan,” kata Kenan kepada CNN Turki.
Jangan bayangkan penjualan belasan pemain itu mendatangkan uang miliaran rupiah apalagi triliunan.
Dari 18 pemain yang dilego itu, pengelola klub hanya dapat 15 ribu lira atau sekitar Rp35,63 juta.
Dari penjualan itu, klub membeli kambing. Kenan memperkirakan bisnis susu dan daging kambing ini akan memberikan keuntungan tahunan sebesar 4 ribu—5 ribu lira (Rp9,5 juta—Rp11,87 juta). Beberapa tahun ke depan, kambing-kambing ini akan beranak pinak menjadi 140 ekor.
“ Kami memerlukan dana untuk investasi kepada anak-anak,” kata dia.
Memang terdengar lucu. Klub sepak bola menjual pemainnya hanya untuk kambing.
Tapi, ada bagian yang menyedihkan. Mirisnya, Gulspor ini merupakan salah satu klub sepak bola tertua di Turki. Klub ini didirikan pada 1954. Kini, klub tersebut harus bertahan hidup dari kambing-kambing.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya