7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi Pegangan Di Handrail Eskalator. (Foto: Shutterstock)
Dream – Ketika naik eskalator di pusat perbelanjaan, kamu pasti membaca aturan setiap pengunjung untuk selalu memegang handrail. Imbauan itu sengaja dibuat agar keselamatan kamu tetap terjaga.
Namun apa jadinya jika seorang pengunjung bersikukuh tak mau mematuhi imbauan itu? Yang mengejutkan, dia memaksa untuk tak melakukan itu dengan memperkarakannya ke pengadilan.
Meski terdengar aneh, namun hal ini benar-benar terjadi. Dikutip dari Oddity Central, Selasa 22 April 2019, seorang wanita Kanada memperjuangkan haknya untuk naik eskalator tanpa pegangan. Dia bahkan berjuang di pengadilan selama 10 tahun.
Pada 2009, wanita bernama Bela Kosoian ini naik tangga berjalan di stasiun kereta bawah tanah di Laval, Kanada. Kala itu, polisi mengingatkan Bella untuk melaksanakan rekomendasi pictogram “ Perhatian, pegang handrail”.
Wanita ini menolak untuk mematuhi instruksi petugas dan mulai berargumen. Perdebatan ini berakhir denda senilai US$100 (Rp1,41 juta) karena menolak memegang handrail. Dia juga masih kena tambahan denda senilai US$230 (Rp3,24 juta) karena enggan menyebutkan identitas dirinya.
Total denda yang harus dibayarkan Bela hanya karena menolak memegang handrail eskalator mencapai Rp4,64 juta.
Kosoian diborgol dan ditahan selama 30 menit.
Pada 2012, wanita itu dibebaskan dari “ kejahatannya” di pengadilan kota pada 2012, kemudian mengajukan gugatannya sendiri. Alasannya, dia tak wajib memegang pegangan eskalator atau mengidentifikasi dirinya sendiri di depan petugas polisi.
Kosoian kalah dua kali di pengadilan Quebec, tapi wanita itu menolak menyerah.
Bela kini mengajukan kasusnya di Mahkamah Agung Kanada. Menurut dokumen pengadilan, dia tak mau memegang ekskalator karena tak menganggap piktogram sebagai kewajiban.
Ketegangan meningkat ketika Bela enggan berpegangan dan mengidentifikasi dirinya.
Para hakim menyebut, dalam dua kasus sebelumnya, petugas punya keyakinan yang jujur, tapi salah. Hukum memang mengharuskan penumpang eskalator berpengangan pada handrail. Tapi, polisi juga beralasan yang masuk akal untuk percaya bahwa pelanggaran telah dilakukan.
Hakim Agung Mahkamah Agung Kanada, Clement Gascon, mengisyaratkan tak setuju dengan orang-orang yang membayar tilang karena tak berpegangan dengan eskalator.
“ Saya kira jika memberikan tiket kepada orang-orang yang tak berpengangan tangan , kita akan mengeluarkan ratusan per jam,” kata Gascon. (Sah)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?