Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Indeks Syariah Dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kompak Melemah Pada Hari Ini, Senin 22 April 2019. (Foto: Shutterstock)
Dream - Bursa saham Indonesia tertekan hebat usai menikmati libur panjang akhir pekan. Tiga indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI), bahkan langsung rontok saat menutup perdagangan harian, Senin 22 April 2019.
Sentimen hasil Pemilu 2019 yang relatif berjalan lancar sepertinya mulai ditinggalkan pelaku pasar. Sentimen munculnya aksi jual asing meski dalam nilai kecil turut mempengaruhi posisi pemodal lokal di bursa saham.
Dikutip dari papan perdagangan BEII, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) mengalami koreksi cukup dalam yaitu 2,732 poin (1,43%) ke level 188,116. ISSI terus berada dalam tren menurun sejak pembukaan perdagangan dibuka.
ISSI mengawali perdagangan dengan menguat ke level 191,028 saat perdagangan dibuka dan hanya bisa bertahan di zona hijau selama 10 menit. Selanjutnya, ISSI tiarap di zona merah dan sempat jatuh ke posisi terendah di 187,884.
Koreksi paling dalam dialami Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang hanya bisa bertahan di zona positif selama beberapa detik usai pembukaan. Terpangkas sampai 14,213 poin, indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini rontok sampai 2,01% ke level 692,032.
Pelemahan cukup dalam juga dialami Indeks JII70 yang turun 4,627 poin (1,97%) ke level 230,152.
Tekanan cukup besar pada indeks sektoral membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan dalam. IHSG terkoreksi 92,478 poin (1,42%) ke level 6.414,743.
Lantai bursa kali ini diramaikan dengan aksi jual saham. Investor lebih suka melepas saham di sektor industri aneka, barang konsumsi, dan manufaktur.
Indeks sektor industri aneka anjlok 3,56 persen, barang konsumsi 2,77 persen, dan manufaktur 2,69 persen.
Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah LPPF yang harga sahamnya menguat Rp160, AMFG Rp150, LPCK Rp105, GMTD Rp100, dan PTBA Rp100.
Sebaliknya, harga saham UNVR terkoreksi Rp1.125, INTP Rp600, SMGR Rp550, AALI Rp375, dan ASII 325.
Pada 16.10, rupiah melemah terhadap dolar AS. Kurs dolar AS menguat 29 poin (0,21%) ke level Rp14.073 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya