Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ada Pria Yang Rela Membayar Mahal Untuk Seporsi Nasi, Sup, Dan Telur. (Foto: Ilustrasi/Shutterstock)
Dream – Biasanya, orang mengeluarkan uang kurang lebih Rp10 ribu untuk satu porsi nasi, sup, dan telur. Tapi, tidak dengan Mohd Fadli. Dia justru merogoh kocek seratusan ribu rupiah untuk seporsi nasi, telur, dan sup.
Dikutip dari World of Buzz, Senin 22 April 2019, Mohd Fadli menyebut harga makanan itu tidaklah mahal. Bahkan, terbilang murah jika bertujuan untuk membantu bisnis teman.
“ Apakah sepiring nasi, sup, dan telur seharga 50 ringgit (Rp170.550) itu mahal? Tidak. Faktanya, ini sangat murah sebagai perwujudan dukungan,” tulis Fadli di akun Facebooknya.
Dia meminta temannya untuk menyimpan kembaliannya. Sikapnya ini tak bertujuan untuk menunjukkan dia kaya-raya, tetapi menunjukkan dukungan terhadap bisnis sang kawan.
“ Ketika membuka kedai, dia meminta saya untuk memasak, tapi saya tak bisa memasak. Jadi, membayar 50 ringgit setidaknya bisa membantunya,” tulis Fadli.
Dia menulis, temannya membuka kedai setahun yang lalu dan usahanya tak mulus. Pernah suatu ketika, kedainya sepi karena hari hujan.
Awe menjelaskan betapa sulit bisnis kedai dengan konsumen yang sedikit. Terlebih, kedainya punya empat orang karyawan yang harus dibayar.
“ Ketika bisnisnya sepi, jangan bertanya cara dapat untung. Balik untung saja nyaris mustahil,” tulis Fadli.
Beberapa hari yang lalu, Fadli datang ke kedai Awe untuk memesan nasi, sup, dan telur. Temannya ini selalu ingin menggratiskan dia. Tapi, kali ini beda.
“ Setiap kali saya ingin membayar, dia menolak. Dia bilang punya semuanya dan saya tak harus memberikannya uang,” tulis Fadli.
Namun, Fadli menolaknya. Dia paham bisnis temannya berjalan lamban. Pria ini memberikan selembar uang 50 ringgit kepada Awe.
“ Awe, ambil ini. Bisnismu berjalan lamban dan kamu punya karyawan yang harus dibayar. Kalau tak diambil, saya takkan datang ke kedaimu lagi,” kata dia.
Akhirnya, Awe menerima uang Fadli.
Dukung Usaha Kawan, Jangan Minta Harga Teman
Fadli menegaskan teman sejati bukannlah tentang kenyamanan, tetapi juga dukungan. “ Ketika kamu punya teman yang butuh dukungan, dukung dia,” tulis dia.
Fadli mengatakan banyak orang membeli barang/jasa dari temannya dengan harga yang lebih murah atau diskon yang banyak—lebih sering disebut “ harga teman”.
“ Itu tidak membantu mereka, tetapi menempatkan mereka dalam kondisi yang sulit. Dukung temanmu dengan membeli jualannya tanpa bertanya harga terendah,” tulis dia.
Fadli menegaskan, teman sejati bukannlah tentang kenyamanan, tetapi juga dukungan. “ Ketika kamu punya teman yang butuh dukungan, dukung dia,” tulis dia.
Fadli mengatakan banyak orang membeli barang/jasa dari temannya dengan harga yang lebih murah atau diskon yang banyak—lebih sering disebut “ harga teman”.
“ Itu tidak membantu mereka, tetapi menempatkan mereka dalam kondisi yang sulit. Dukung temanmu dengan membeli jualannya tanpa bertanya harga terendah,” tulis dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya