Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mengeluarkan kebijakan untuk memudahkan proses Initial Public Offering (IPO) dan penerbitan surat utang, serta mengurangi biaya dalam penerbitan instrumen pembiayaan itu.
Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad menyatakan, selama ini pihaknya banyak menerima keluhan dari perusahaan-perusahaan yang enggan menerbitkan surat utang. Alasannya, karena tingginya biaya penerbitannya.
" Kami sudah bicara dengan perusahaan, mereka menyatakan biaya untuk menerbitkan surat utang di pasar modal lebih mahal dibandingkan proses pinjaman," ujar Muliaman di Jakarta, Kamis, 19 November 2015.
" Ini jadi penting dan kami terus akan work out ini. Tahun 2016 kami akan permudah proses IPO dan penerbitan surat utang karena banyak biaya yang dikeluarkan untuk menerbitkan surat utang. Ini akan kami dorong," tegasnya.
Tidak hanya mengenai biaya, Muliaman menambahkan pihaknya juga akan mengatur agar proses penerbitan surat utang ini bisa dipermudah.
" Bukan cuma itu (biaya), tapi banyak kegiatan-kegiatan yang bisa kita pangkas, bisa kita sederhanakan. Sehingga bisa dikatakan lebih efisien. Kita survei kepada orang yang kami harapkan berpotensi, tapi keluhannya ah repot, ribet. Kita akan coba bicara dengan stakeholder yang terkait dengan ini," paparnya.
Menurut Muliaman, diversifikasi pembiayaan ini sangat dibutuhkan, untuk melengkapi instrumen pembiayaan yang selama ini masih mengandalkan sektor perbankan.
" Semakin banyak yang bisa memanfaatkan pasar surat utang semakin banyak, sebagai pendamping bank. Apalagi bisa ada secondary market yang lebih besar, likuiditas juga akan semakin baik," tandasnya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya