Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pendiri Alibaba, Jack Ma, Punya Nasihat Nyentrik Kepada Sang Anak. (Foto: Shutterstock)
Dream – Siapa yang tidak mengenal Jack Ma? Pria yang lahir dari keluarga miskin ini sukses menjadi miliarder di Tiongkok.
Dia juga menjadi bos raksasa teknologi dari Tiongkok, Alibaba. Namun, siapa sangka Ma punya nasihat yang bijak untuk anaknya. Apa itu?
Dikutip dari Next Shark, Selasa 6 Februari 2018, dalam World Economic Forum (WEF), Ma mengaku terlahir dari keluarga yang tidak berada. Ditambah lagi tak pernah mengenyam pendidikan yang tinggi.
“ Saya gagal di setiap ujian dengan alasan yang tidak diketahui,” kata dia.
Meskipun tanpa duit, pengetahuan teknologi, dan latar belakang keluarga yang baik, mantan guru Bahasa Inggris ini optimistis bisa mengubah masa depan.
Ma ancang-ancang dengan mempersiapkan diri untuk menghadapi 10 tahun ke depan. Dia merancang goals yang akan dicapai dalam satu dekade.
“ Jadi, apa pun saya lakukan untuk tujuan itu. Ini akan terjadi dan bersiaplah,” kata dia,
Setelah sukses menjadi “ orang”, Ma menasihati anaknya untuk tidak “ ngoyo” di pendidikan. Dia tidak mewajibkan anaknya untuk menduduki peringkat tiga besar di kelas.
“ Saya berkata kepada anak lelaki saya, ‘Kamu tak perlu ada di tiga besar di kelas. Punya peringkat menengah tidak apa-apa sepanjang peringkat kamu tidak terlalu buruk. Hanya orang ini yang punya banyak waktu luang untuk belajar kemampuan baru’,” kata dia.
Nasihat Ma ini berbeda dengan nasihat orang tua kebanyakan di Tiongkok (mungkin orang tua di Indonesia juga) yang meminta anaknya giat belajar demi bisa kuliah. Mereka juga ingin anaknya memiliki prestasi yang tinggi di bidang akademik.
Ma juga meminta orangtua untuk tidak mengajarkan anak berkompetisi dengan orang yang lebih pintar, tetapi mengajarkan sesuatu yang unik agar anak bisa bersaing.
“ Kita tak bisa mengajarkan anak-anak untuk berkompetisi dengan mesin yang lebih pintar. Kita harus mengajarkan anak-anak hal-hal unik. Dengan jalan ini, 30 tahun kemudian, mereka akan punya kesempatan,” kata dia. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya