Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Paytren Mendapatkan Sertifikat Syariah Dari Majeli Ulama Indonesia. (Foto: Dream.co.id/Maulana Kautsar)
Dream – Aplikasi pembayaran digital, Paytren, resmi mendapatkan sertifikat syariah dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI). Sertifikat syariah yang diberikan oleh DSN MUI ini adalah sertifikat syariah tentang e-payment dan investasi.
Ketua Umum MUI, Ma’ruf Amin, mengatakan pemberian sertifikat kepada aplikasi yang dikembangkan oleh PT Veritra Sentosa Internasional bersama Ustaz Yusuf Mansur ini dilakukan lewat proses yang sangat hati-hati.
“ (DSN-MUI) sangat selektif memberikan sertifikat. Sepanjang persyaratan belum terpenuhi, MUI tidak beri,” kata Ma’ruf di Gunung Geulis, Bogor, Jawa Barat, Senin 7 Agustus 2017.
Dia mengaku kagum dengan perkembangan Paytren. Meskipun sebelumnya belum mengantongi sertifikat syariah, Paytren sudah memiliki 1,6 juta orang mitra. “ (Sertifikasi) Ini jadi pengukuhan,” kata Ma’ruf.
Ma'ruf berharap Paytren bisa mendukung pemberdayaan umat. Selain itu, aplikasi ini juga diharapkan bisa mendukung pembanguna ekonomi arus baru Indonesia yang mengakomodasi ekonomi syariah.
“ Semoga tambah kuat dan tambah besar,” kata dia.
Sementara itu, Yusuf Mansur menambahkan, pemberian sertifikat syariah kepada Paytren ini merupakan sesuatu yang spesial. Sebab, sertifikat ini telah ditunggu-tunggu mitra Paytren Indonesia.
“ Ini hari raya bagi mitra Paytren,” kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya