Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Pertanian Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Pada Semester I 2017.
Dream – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan perekonomian Indonesia hingga setengah tahun 2017 tumbuh 5,10 persen. Laju ekonomi Indonesia pada kuatal II 2017 juga tercatat tumbuh 4 persen dibandingkan tiga bulan pertama 2017.
Namun dibandingkan paruh kedua setahun yang lalu, roda ekonomi Indonesia sebetulnya melambat. Pada triwulan II 2016, pertumbuhan ekonomi Indonesia dilaporkan mencapai 5,18 persen.
Dilihat dari Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku triwulan II 2017, laju ekonomi Indonesia mencapai Rp 3.366,8 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 2.472,8 triliun.
Dilansir dari data bps.go.id, Senin 7 Agustus 2017, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2017 didorong oleh hampir semua lapangan usaha, kecuali pengadaan listrik-gas dan administrasi pemerintah, serta pertahanan dan jaminan sosial wajib yang masing-masing turun 2,53 persen dan 0,03 persen.
Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha informasi dan komunikasi yang tumbuh 10,88 persen, diikuti jasa lainnya sebesar 8,63 persen dan transportasi pergudangan 8,37 persen.
Sementara itu, dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen pengeluaran lembaga non profit yang melayani rumah tangga (PK-LNRT) yang tumbuh 8,49 persen.
Jika dibandingkan dengan triwulan I 2107, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2017 sebesar 4 persen. Faktor pendorongnya adalah faktor musiman di pertanian, kehutanan. dan perikanan. Idul Fitri pun juga berpengaruh terhadap pertumbuhan beberapa usaha, seperti transportasi-pergudangan dan informasi-komunikasi.
Pertumbuhan terjadi pada hampir semua lapangan usaha, kecuali pengadaan listrik-gas yang turun 0,99 persen. Pertumbuhan tertinggi ada di pertanian, kehutanan, dan perikanan yang sebesar 8,44 persen, informasi-komunikasi 5,65 persen, jasa pendidikan 2,99 persen, dan transportasi pergudangan 2,91 persen.
Sementara itu, perekonomian Indonesia pada semester I 2017 tumbuh 5,01 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh semua lapangan usaha, kecuali pengadaan listrik dan gas yang turun 0,5 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi pada paruh pertama semester ini, didorong oleh PK-LPNRT yang tumbuh 8,27 persen.
Perekonomian Indonesia pada triwulan II 2017 didominasi oleh Jawa dan Sumatera. Kontribusinya sebesar 58,65 persen. Lalu, diikuti oleh Sumatera 21,69 persen dan Kalimantan 8,15 persen.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam