CONNECT WITH US!

Kisah Bos Paytren Bersyukur Mendapat Fitnah

Reporter : Ahmad Baiquni | Senin, 19 Juni 2017 19:02
Hari memberikan tanggapan atas unggahan akun Instagram Ippho Santosa & Tim Khalifah.

Dream - Hanya sedikit manusia yang bisa menerima fitnah dengan lapang dada. Bukannya marah atau emosional menanggapinya, fitnah justru dianggap sebagai cara untuk mengangkat derajat. 

Prinsip inilah yang dipegang Heri Prabowo, Direktur Utama PT Veritra Sentosa Internasional (Treni). Beberapa hari terakhir, Heri harus menghadapi pemberitaan seputar bisnis Paytren yang diamanahkan kepadanya. 

Dari mulai tudingan investasi bodong hingga pengaduan dari para investor yang mengaku dirugikan menyambangi hari-harinya. 

Lewat akun instagramnya, Heri menjelaskan tentang bisnis Paytren yang dijalaninya. Serta prinsip hidup tentang cara mengelola fitnah yang diperoleh dari Ustaz Yusuf Mansur. 

Unggahan Hari ini dibuat sebagai tambahan informasi atas postingan pemilik akun Ippho Santosa & Tim Khalifah.

"PayTren saat ini, bukan hanya semata mata bisnis yang bisa diukur dengan uang," tulis Hari.

Menurut Hari, bisnis Paytren bisa bertumbuh karena banyak orang yang bersyukur dan mendoakan.

"Bahasa kerennya adalah "Blessing" yang Alhamdulillaaah mengantar kami mendapatkan "kemudahan2" selain juga "dibersihkan" melalui tangan2 lain yg dalam kacamata "umum" disebut sebagai pemberitaan "negatif"," katanya.

Sementara Ippho Santosa dan Tim Khalifah dalam unggahannya menyebut jika perputaran bisnis Paytren saat ini sudah mencapai triliunan rupiah. Dia tak menampik jika ada satu atau dua investor yang tak puas investasinya. 

"YM malah nombokin rugi itu setiap bulannya. Cuma, sbgn orang nggak mau tahu. Pengennya untung & harus skrg. Ini yang repot..."

Pada bagian lain, Hari juga menuliskan pengalamannya yang beberapa kali berhubungan dengan Ustaz Yusuf Mansur. Diakui Hari, dia pernah geregetan dengan sang ustaz.

Perasaan itu muncul karena Yusuf Mansur selalu memasang badan serta mengambil tanggung jawab dari perbuatan. "Kok ada ya, jaman sekarang, orang seperti ini?" Itulah yg terpikir oleh saya," tulisnya.

Seiring berjalannya waktu, Hari akhirnya bisa memahami alasan Yusuf Mansur melakukan perbuatan itu. Bahkan dirinya selalu teringat satu pesan yang tak pernah bisa dilupakannya. 

"Pak Hari, jalan tercepat untuk naik derajat, salah satunya adalah fitnah", luar biasa!" tulis Hari.

"Namun ini bisa terjadi jika kita tidak membalasnya tapi mendoakannya dan bersyukur. (Kan nggak mungkin kita sengaja meminta orang lain fitnah kita he he tul?),"

  

 

#BukaMata #BukaHati Makasih Mas Ippho and Team, sy pribadi yg mendampingi UYM, walau tidak selama Mas Ippho mengenal UYM, menjadi bagian dari kesaksian tersebut Kebiasaan UYM "pasang badan" untuk orang lain, men-take over "perbuatan" orang lain kadang membuat gregetan diawal saya mengenal "sosok" UYM. "Kok ada ya, jaman sekarang, orang seperti ini?", itulah yg terpikir oleh saya Sekarang, Insya Allah kami paham. Secara pribadi beliau pernah menyampaikan pesan yg tidak akan saya lupakan, yaitu "Pak Hari, jalan tercepat untuk naik derajat, salah satunya adalah fitnah", luar biasa! Namun ini bisa terjadi jika kita tidak membalasnya tapi mendoakannya dan bersyukur. (khan ngga mungkin kita sengaja meminta org lain fitnah kita he he tul?) PayTren saat ini, bukan hanya semata mata bisnis yg bisa diukur dengan uang. Kami bertumbuh karena banyak yang bersyukur dan mendoakan. Bahasa kerennya adalah "Blessing" yang Alhamdulillaaah mengantar kami mendapatkan "kemudahan2" selain juga "dibersihkan" melalui tangan2 lain yg dalam kacamata "umum" disebut sebagai pemberitaan "negatif" #HariPrabowoQuotes #TestimoniPribadi #UstadzYusufMansur #PokokNyaPAYTRENinAJA

A post shared by Hari Prabowo, SE (@hari.prabowo) on Jun 18, 2017 at 5:08pm PDT

 

Rossa Sempat Ada Pikiran Berhenti Nyanyi