Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foxconn Memecat Puluhan Ribu Karyawannya Dan Mulai Menggunakan Sistem Robot. (Sumber: South China Morning Post)
Dream - Salah satu perusahaan elektronik multinasional, Foxconn, memecat puluhan ribu karyawannya di pabriknya yang berlokasi di Kunshan, provinsi Jiansu Tiongkok. Mereka pun menggunakan robot untuk mengerjakan tugas-tugas produksi.
Untuk mewujudkan rencana itu, Foxxcon harus berkeras hati. Mereka akan memangkas 60 ribu orang. Lebih sedikit dari rencana semula 110 ribu orang.
" Banyak perusahaan yang sepertinya akan mengikutinya," kata juru bicara Foxconn, Xu Yulian, dilansir dari BBC, Sabtu 28 Mei 2016.
Foxconn Techonolgy Group menyebut penggantian tenaga manusia dengan tenaga robot itu adalah otomatisasi produksi. Alasannya, mereka memanfaatkan tenaga robot untuk menggantikan pekerjaan yang dilakukan oleh buruh.
Namun tak sepenuhnya Foxconn melupakan tenaga manusia. Para buruh akan diarahkan untuk fokus kepada proses produksi yang bernilai tambah tinggi, seperti riset dan pengawasan kualitas barang.
" Kami akan tetap menggunakan automatisasi dan tenaga manusia untuk produksi dan kami berharap otomatisasi ini bisa memperkuat satuan kerja kami di Tiongkok," kata perusahaan tersebut.
Sekadar informasi, sejak September 2014, 505 pabrik di Guangdong, telah menginvestasikan 4,2 miliar yuan (Rp8,6 triliun) untuk robot. Mereka ingin menggantikan ratusan buruh mereka dengan robot.
Lalu, apakah tenaga robot lebih murah daripada tenaga manusia? Former McDonald's Chief Executive, Ed Rensi, mengatakan upah minimum buruh yang naik jadi US$15(Rp203,49 ribu) per jam ini membuat perusahaan melirik robot.
" Lebih murah untuk membeli sebuah lengan robotik senilai US$35 ribu daripada mempekerjakan seseorang yang menghabiskan biaya US$15 per jam (Rp203,49 ribu) untuk mengemas kentang kering," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya