Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena. Dalam pertemuan bilateral itu, Jokowi menawarkan gerbong kereta api kepada Sri Lanka.
Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, mengatakan pertemuan kedua presiden memang membahas beberapa isu, termasuk isu ekonomi. Dalam kesempatan itu, presiden menyampaikan minatnya membantu pembangunan ekonomi Sri Lanka, termasuk pengadaan gerbong kereta api.
Sekadar catatan, pembangunan kereta api dan pengadaan gerbong kereta, baik kereta penumpang maupun barang, telah masuk dalam Propose Sri Lanka 2015-2020.
" PT INKA (PT Industri Kereta Api) sudah menyampaikan niatnya untuk bekerja sama dengan Sri Lanka, dan Presiden Jokowi menyampaikan indonesia siap untuk melakukan kerja sama dalam pengembangan kereta api. Itu yang disampaikan Presiden mengenai masalah ekonomi," kata Retno di Jepang, dilansir dari setkab.go.id, Jumat 27 Mei 2016.
Pemerintahan Sri Lanka, lanjut dia, relatif masih baru. Sebab, baru tahun lalu pemerintahan ini terbentuk. Meskipun demikian, mereka juga mengharapkan ada penerbangan dari Jakarta ke Kolombo.
" Itu akan dibahas dan ditindaklanjuti lebih lanjut oleh Menteri Perhubungan," kata dia.
Sekadar informasi, lawatan Jokowi ke Jepang ini dalam rangka menghadiri undangan G7 Outreach Meeting di Iseshima, Jepang pada 26-27 Mei 2016. G7 ini adalah kelompok tujuh negara maju yang terdiri atas Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada. Agenda rutin G7 ini adalah menghadakan pertemuan ekonomi dan politik yang dihadiri para kepala negara/pemerintahan dan pejabat-pejabat organisasi internasional.
Selain menghadiri agenda G7, eks walikota Solo ini juga direncanakan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Sri Lanka dan Presiden Perancis. Rombongan delegasi Indonesia dipimpin Jokowi. Anggota delegasi ini adalah Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Nasional (Bappenas), Sofyan Djalil, dan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman D. Hadad.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya