Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Posisi bursa saham Indonesia yang dinilai dalam posisi tren naik, ikut mendorong indes saham syariah menguat. Meski bursa syariah mengalami koreksi, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) ditutup menguat jelang libur akhir pekan.
Kondisi positif itu ikut terangkat oleh aksi beli asing yang mengalami kenaikan. Hingga sesi penutupan, asing mencetak nett buy Rp 368 miliar.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 27 Mei 2016, indeks ISSI menguat 1,331 poin (0,85%) ke level 157,675. Indsa saham bluechips JII juga menguat 6,293 poin (0,97%) ke level 655,653.
Meski ditutup menguat, kedua indeks acuan saham syariah ini justru dibuka melemah. Di awal perdagangan, investor sempat terkena sentimen negatif laju koreksi bursa regional.
ISSI tercatat sempat turun ke level terendah di 155,957 sebelum melesat jelang penutupan ke level tertingginya.
Transaksi perdagangan saham syariah relatif sedikit dengan hanya menceta nilai Rp 2,51 triliun dan 29,45 miliar saham berpindahtangan.
Aksi beli mendorong 114 emiten syariah ke zona positif sementara 71 lainnya harus mengalami koreksi.
Sebagian besar indeks sektoral, kecuali pertambangan yang turun 0,28 persen, ditutup menguat. Kenaikan tertinggi dialami indeks sektor industri aneka yang naik 2,02 persen, industri dasar 1,51 persen, dan properti 1,15 persen.
Emiten penghuni top gainer indeks JII kali ini dihuni UNTR yang naik Rp 450, ICBP Rp 400, UNVR Rp 325, SMGR Rp 275, dan SILO Rp 225.
Sebaliknya, saham JSMR harus menyambut libur akhir pekan dengan menduduki top losser JII dan koreksi Rp 50. Top losser lainnya dihuni MIKA yang turun Rp 20, INCO, MPPA, dan SSMS yang turun Rp 15 per saham.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya