Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (CNBC.com)
Dream - Investor lokal dilanda kepanikan. Aksi jual besar-besaran pemodal asing membuat pasar modal Indonesia terjun bebas.
Tanpa terduga asing menggelar aksi lepas saham dengan nett sell hingga Rp 1,01 triliun.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpuruk 115,110 poin (2,30%) ke level 4.899,882. Penutupan ini menandai terjungkalnya IHSG dari level psikologis 5.000.
Sepanjang perdagangan saham, pasar modal Indonesia memang nyaris tanpa sentimen positif. Terlihat dari laju IHSG yang terpuruk di zona merah.
IHSG hanya sanggup menembus level tertinggi di zona merah di level 5.002,546. Sebaliknya, posisi terendah IHSG dicapai do 4.852,764.
Aksi jual pelaku pasar memaksa 277 emiten mengakhiri perdagangan di zona merah. Beruntung masih ada 56 emiten yang bergerak menguat dan 58 lainnya bertahan stagnan.
Transaksi perdagangan saham cukup marak dengan mencetak angka Rp 7,53 triliun. Sebanyak 58,75 miliar jadi objek transaksi pelaku pasar.
Kepanikan pelaku pasar menjalar ke saham-saham bluechips syariah. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terpangkas 3,561 poin (2,22%) ke level 157,416.
Pelaku pasar melepas 165 emiten syariah ke zona negatif. Hanya ada 25 emiten yang jadi buruan dan 34 lainnya bertahan stagnan.
Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 4,83 triliun dengan 44,23 miliar saham yang beralihtangan.
Beda dengan IHSG, indeks acuan saham syariah ini sempat menembus zona hijau di awal perdagangan. Namun besarnya tekanan jual tak sanggup menyelamatkan ISSI dari pelemahannya.
Kondisi lebih berat dialami saham-saham bluechips syariah. Hanya menyisakan satu emiten di zona hijau, indeks Jakarta Islamic Index (JII) terpangkas 17,167 poin (2,56%) ke level 655,700.
Indeks JII dilanda aksi jual dengan 28 emiten melemah ke zona merah. Dan 1 lainnya bertahan stagnan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya