Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream – Bank Indonesia (BI) memperkirakan bisnis kredit atau pembiayaan pemilikan rumah bakal tumbuh 14 persen paska pelonggara kebijakan loan to value (LTV) dan financing to value (FTV). Kebijakan baru ini akan mulai efekitf berlaku pada 1 Agustus 2018.
Sekadar informasi, pada posisi Mei 2018, kredit properti tumbuh sebesar 12,75 persen.
“ Kami akan melihat bahwa kondisinya tadi itu diperkirakan sampai dengan Desember itu diproyeksikan 13,46 persen, dibulatkan sampai 14 persen,” kata Asisten Gubernur Kepala Departemen Makroprudensial BI, Filianingsih Hendarta, di Jakarta, ditulis Selasa 3 Juli 2018.
Filia mengatakan kontribusi bisnis Kredit Pemilikan Rumah (KPR) setelah adanya pelonggaran LTV/FTV terhadap PDB tahun ini sebesar 0,04 persen. Perbankan diminta untuk mempersiapkan diri.
“ Ini tidak serta-merta. Bank harus mempersiapkan diri. Jadi, perlu waktu,” kata dia.
Berkaca pada pengalaman pelonggaran LTV sebelumnya, Filia mencatat dampak dari perubahan ketentuan baru terasa setelah satu tahun diberlakukan.
“ Tapi, kami berharap ini mungkin bisa lebih cepat karena ada stimulus bagi pembeli tipe investasi,” kata dia.
Filia menambahkan, BI juga memfasilitasi masyarakat yang ingin berinvestasi kredit. Kalau aturan lama, pembebasan aturan LTV/FTV berlaku untuk pembelian rumah kedua. Kini, aturan ini berlaku hingga rumah kelima.
“ Kalau yang ini, masyarakat diberikan alternatif, bisa melakukan investasi. Investasi, kan, tidak hanya di pasar keuangan, tapi juga bisa di properti. (BI) memberikan room untuk investasi,” kata dia.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya