7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi Vaksin COVID-19. (Foto: Shutterstock)
Dream – Pemerintah telah menandatangani kerja sama pasokan vaksin Covid-19 dari Novavax dan Astrazaneca. Dalam kerja sama itu, pemerintah memesan 50 juta dosis vaksin Novavax dan 50 juta dari Astrazaneca.
“ Alhamdulillah hari ini pemerintah menyaksikan progres yang signifikan berupa penandatanganan perjanjian pembelian 50 juta dosis vaksin Astrazeneca oleh Bio Farma dan 50 juta dosis vaksin Novavax oleh Indofarma,” kata Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 30 Desember 2020.
Kerja sama dua perusahaan farmasi pemerintah ini diharapkan bisa memberikan variasi yang cukup untuk kebutuhan vaksin bagi rakyat Indonesia. Budi mengatakan, ditargetkan proses pembelian vaksin ini bisa rampung maksimal dalam 2 minggu ke depan.
Saat proses pengadaan sudah rampung, pemerintah bisa langsung masuk ke tahap selanjutnya yaitu distribusi vaksin ke seluruh pelosok Indonesia.
“ Diberikan ke tenaga kesehatan, kemudian ke tenaga publik, dan masyarakat Indonesia,” kata dia.
Setelah distribusi selesai, barulah proses vaksinasi dilaksanakan. Budi memohon dukungan pada seluruh pihak agar proses vaksinasi ini bisa berjalan dengan lancar.
“ Tidak mungkin kami bisa melakukan ini sendiri. Kami sangat membutuhkan untuk melakukan ini bersama-sama, tidak mungkin program ini sukses oleh Kementerian Kesehatan sendiri, tapi kita harus melakukannya sebagai gerakan dari seluruh rakyat Indonesia,” kata Budi.
(Sumber: Liputan6.com/Athika Rahma)
Dream – Pandemi Covid-19 diprediksi belum akan berakhir tahun depan. Apalagi, menjalankan program vaksinasi ke jutaan masyarakat di Indonesia yang akan dimulai tahun depan bukan perkara mudah.
Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla, menceritakan vaksinasi di Amerika Serikat hanya bisa mencapapi 600 ribu orang per minggu. Dalam satu hari, vaksinasi di negara tersebut hanya bisa mencapai 100 ribu orang.
![]()
“ Kita punya penduduk 270 juta atau 70 persennya berarti 200 juta. Kalau (vaksinasi) bisa hanya 100 ribu sehari, itu berarti butuh kira-kira 3 sampai 4 tahun baru selesai (program vaksinasi),” kata Jusuf Kalla Dewan Pakar KAHMI yang disiarkan di Youtube, dikutip dari Merdeka.com, Senin 28 Desember 2020.
Dengan perhitungan matematis itu, pekerjaan vaksinasi diakui JK bukan hal yang mudah. Terlebih, tantangan datang dari sisi ekonomi,. Vaksin harus segera dilakukan demi pemulihan ekonomi.
JK memprediksi tahun depan 30-40 persen APBN Indonesia hanya digunakan untuk membayar bunga utang.
JK menyarankan, program vaksin harus cepat dan akurat dilakukan pemerintah. Jika tidak, bukan hanya ekonomi, masalah vaksin bisa juga memicu persoalan politik kalau ditangani dengan lambat.
“ Karena itulah penyelesaiannya vaksinasi harus lebih cepat dan lebih banyak ini masalah strategis,” kata dia.
JK ingin dalam sehari Indonesia mampu melakukan vaksinasi terhadap satu juta warganya. Dengan begitu, Covid-19 di Tanah Air akan segera berakhir.
“ Vaksinasi minimal sejuta sehari kalau ingin selesai setahun. Kalau dua tahun, 500 ribu sehari, kita butuh dua tahun. Jadi masih sampai tahun depan kita harus bekerja keras untuk itu,” kata dia.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?