Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Penerbangan Di Bandara Ngurah Rai Kembali Beroperasi Normal. (Foto: Shutterstock)
Dream – Penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, dibuka kembali terhitung mulai pukul 14.30 WITA. Keputusan ini sesuai dengan hasil Rapat Evaluasi Penanganan Dampak Erupsi Gunung Agung (VA) terhadap operasi penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI/Airnav Indonesia) menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) A 2552/18 kepada seluruh pemangku kepentingan penerbangan.
Isinya, bandara tersebut dibuka kembali.
“ AirNav Indonesia kemudian menerbitkan NOTAM A 2552/18 kepada seluruh stakeholder penerbangan untuk menyampaikan beroperasinya kembali bandara mulai pukul 14.30 WITA. Bandara Ngurah Rai sebelumnya ditutup mulai pukul 03.00 WITA,” kata Manajer Humas Airnav Indonesia, Yohannes Sirait, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Jumat 29 Juni 2018.
Yohannes mengatakan Stasiun Meteorologi Kelas I Ngurah Rai Denpasar menyampaikan bahwa Status VONA (Code Colour ORANGE) per pukul 16.00 UTC tgl 28 Juni 2018. Selain itu, SIGMET ketinggian erupsi mencapai ketinggian 23 ribu kaki, bergerak ke arah Barat Daya dengan kecepatan 15 Knots.
Dari hasil tersebut, diyakini tidak ada indikasi sebaran VA menutup ruang udara bandara.
Dia menjelaskan RGB Citra Satelit Cuaca Himawari pergerakan Debu Vulkanik terdeteksi ke arah Barat Daya. Berdasarkan data observasi Station Meteorologi Kelas I Ngurah Rai DPS tidak teramati adanya abu vulkanik (volcanic ash/VA) di Bandara Ngurah Rai (NIL VA). Secara ploting (poligon), sebaran debu vulkanik per pukul 13.25 WITA tgl 29 Juni 2018 tidak menutupi koordinat Bandara Ngurah Rai.
Yohannes mengatakan Airnav Indonesia cabang Denpasar menyampaikan pemanduan penerbangan bisa dilakukan secara taktis dengan menghindari poligon sebaran abu vulkanik. “ Jika dilakukan open aerodrome, pelayanan lalu lintas udara tidak ada masalah,” kata dia.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya