Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?
10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
Wanita Berdaster (Shutterstock.com)
Dream - Ada temuan menarik di sektor usaha mikro, kecil, dan mengengah, selama pandemi virus corona. Ternyata, penjualan daster dan sarung melonjak. Mengalahkan produk fashion yang formal.
" Ada pengusaha dari jualan baju fashion ke pakaian daster, ternyata lakunya bukan main," kata Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Teten Masduki, dikutip dari Merdeka.com, Rabu 8 Juli 2020.
Menurut dia, tingginya angka penjualan daster dan sarung disebabkan lebih banyaknya kegiatan yang dilakukan masyarakat dari rumah. Sehingga, permintaan kedua produk tersebut terus melonjak karena lebih nyaman dikenakan.
" Ini karena orang sering di rumah, jadi jualan daster sama sarung sekarang lebih laku," tambah dia.
Selain sarung dan daster, bisnis makanan dan minuman masih mencatatkan pertumbuhan positif. Mengingat pangan merupakan kebutuhan pokok yang harus tetap terpenuhi dalam situasi apapun.
Usaha di sektor alat kesehatan dan alat olahraga juga mengalami pertumbuhan. Selama pandemi, kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan memang meningkat.
Sebaliknya, tambah Teten, UMKM yang menjual aneka fashion batik cenderung turun karena terbatasnya event selama pandemi berlangsung, salah satunya acara pernikahan.
" Setiap saya ketemu pengrajin batik, mereka selalu mengeluh nggak ada yang beli. Karenakan orang itu enggak ada pesta nikahan, jadi enggak beli baju," jelasnya.
Untuk itu, Teten mendorong pelaku UMKM dalam negeri berinovasi dalam merespons perkembangan pasar yang dinamis. Sebab UMKM yang bisa bertahan saat ini ialah yang bersifat adaptif dan dinamis.
" Kita terus dorong, ke depan akan ada perubahan perilaku konsumen yang berbelanja. Hal itu menjadi penting untuk kita mempercepat adaptasi UMKM," tukasnya.
Advertisement
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?