7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Dream - Outsourcing bisa sangat membantu untuk memulai sebuah start-up. Itu karena outsourcing bisa digunakan untuk mengatasi keterbatasan tim dan melakukan tugas-tugas rumit tertentu.
Jika dikelola dengan baik, outsourcing memungkinkan pengusaha untuk fokus pada tugas-tugas penting - membangun produk, mengembangkan strategi, atau mencari investor.
Menurut survei oleh Deloitte tentang outsourcing global yang dikutip dari Arabian Business, Senin, 11 Januari 2016, sekitar 53 persen pengusaha memanfaatkan outsourcing bidang teknologi informasi dan 69 persen menggunakan outsourcing yang menyediakan teknologi di awan.
Mendelegasikan tugas-tugas secara efisien kepada tim sendiri dan kepada outsourcing untuk tugas tertentu adalah tanda bahwa Anda memiliki skill executive yang sangat maju.
Apa yang harus di-outsourcing?
Pertanyaan ini menjadi kunci tentang keberhasilan penggunaan outsourcing untuk memajukan bisnis Anda. Jika tidak dilakukan dengan benar, dapat membunuh atau merusak start-up Anda.
Mengapa? Ada tugas-tugas tertentu yang tidak bisa dilakukan orang lain sebaik Anda. Oleh karena itu, semua tugas yang menyentuh inti dari bisnis - mengembangkan strategi, membuat rencana bisnis, atau menciptakan peluang untuk investor - tidak harus dilakukan menggunakan outsourcing. Tidak sepenuhnya.
Sementara tugas lainnya yang bisa diserahkan kepada outsourcing. Ini mungkin termasuk bidang pembukuan atau manajer keuangan. Tugas lainnya yang bisa diserahkan kepada outsourcing mungkin bidang public relation.
Intinya, Anda memutuskan masalah spesifik untuk diperbaiki dan kemudian mencari orang yang bisa menyelesaikannya. Bila Anda sudah siap, Anda akan dengan mudah menyerahkan pekerjaan kepada outsourcing.
Teknologi apa yang perlu di-outsourcing?
Perkembangan teknologi yang serba cepat telah memperluas arti dari 'outsource'.
Misalnya, Anda sekarang dapat mengontrak sebuah perusahaan untuk mengembangkan dan menjalankan media sosial termasuk memposting setiap hari di Facebook, Twitter, LinkedIn, dan akun lainnya.
Jika Anda memerlukan konten untuk mempromosikan bisnis, Anda bisa outsourcing termasuk menulis posting blog, penelitian, website, deskripsi produk, artikel, dan banyak lagi.
Selanjutnya, mengumpulkan informasi tentang pelanggan Anda, baik online maupun offline, bisa menjadi pekerjaan mahal, memakan waktu dan sering memberikan hasil yang tidak dapat diandalkan. Oleh karena itu, Anda bisa mengontrak seorang ahli untuk membantu Anda mendapatkan wawasan tentang bagaimana pelanggan Anda membuat keputusan pembelian mereka.
Bagaimana dengan pengembang perangkat lunak?
Pertanyaan yang paling menarik tentang dunia start-up teknologi adalah apakah Anda harus menyewa seorang pengembang perangkat lunak sendiri atau tidak.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan di sini adalah apakah start-up Anda lebih condong pada produk atau teknologi. Jika teknologi merupakan inti dari produk Anda, Anda harus menyewa seorang pengembang perangkat lunak sendiri, bukan outsourcing.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?