7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Dream - Pemilik bisnis selalu disarankan untuk membuat rencana suksesi atau pergantian pemimpin. Hal ini untuk memastikan perusahaan mereka tetap berjalan lancar bahkan ketika mereka pergi atau memutuskan untuk meninggalkannya.
Seperti dikutip dari Gulf News, Rabu, 10 Juni 2015, perencanaan suksesi adalah strategi bisnis yang sangat penting bagi usaha kecil dan menengah (UKM). Hal ini juga sangat penting bagi perusahaan yang pemiliknya mendekati masa pensiun.
Namun, menurut penasihat keuangan, sebagian besar bisnis, seperti di Dubai, berisiko menghadapi komplikasi di masa depan karena mereka tidak memiliki rencana suksesi.
Jika pemilik saat ini tiba-tiba tidak dapat mengelola perusahaan karena cacat atau meninggal dan tidak ada pengganti yang ditunjuk, karyawan tidak menutup kemungkinan akan gagal menerima gaji. Sementara sejumlah masalah lainnya, seperti konflik dengan mitra bisnis dan anggota keluarga akan mulai muncul.
Masalahnya bisa lebih buruk jika pemilik adalah ekspatriat, mengingat bahwa hukum Uni Emirat Arab mengharuskan dalam kasus kematian, uang di rekening bank almarhum akan dibekukan sampai penerus ditetapkan dan visa akan dibatalkan dalam waktu 30 hari.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Nexus Group menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan kecil yang paling rentan terhadap masalah ini, yang 92 persen adalah UKM, karena kurang merencanakan suksesi.
" [Ini] dapat menyebabkan sejumlah masalah kompleks mulai dari yang terkait dengan keluarga, masalah kemitraan dan ketidakmampuan membayar gaji karyawan, selain menghambat kelanjutan bisnis dan ekspansi," kata Nexus.
Tarun Khanna, CEO Broker Asuransi Nexus Dubai, mengatakan tidak adanya rencana suksesi dapat menyebabkan kejatuhan bisnis dan hubungan pribadi bagi yang terlibat.
" Menyusun rencana suksesi dan meninjau secara berkala akan menjaga kesejahteraan anggota keluarga dan tanggungan pemilik usaha," kata Khanna.
" Dengan rencana suksesi yang kuat tidak hanya akan membantu menyelesaikan masalah dengan anggota keluarga, lembaga keuangan dan lembaga pemerintah, tetapi juga akan meminimalkan risiko berkurangnya nilai bisnis."
Nexus mengatakan sangat penting bahwa pemilik bisnis memahami hukum dan peraturan di negara tempat usahanya, terutama jika mereka ekspatriat.
" Hukum UEA menyatakan misalnya bahwa semua rekening bank dari almarhum akan dibekukan sampai penerus ditetapkan dan visa akan dibatalkan dalam waktu 30 hari," kata Nexus.
" Hal ini juga penting untuk dicatat bahwa kewajiban, seperti pinjaman bank berjalan, jaminan, perjanjian sewa dan pembayaran kepada pemasok biasanya tidak diasuransikan, sehingga aset pribadi dari pemilik usaha harus dijaminkan atas kewajiban ini, dan yang diwarisi perusahaan berpotensi mengalami kesulitan keuangan," pungkasnya.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?