Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream – Sahabat Dream, masalah yang dihadapi oleh banyak pasangan adalah pekerjaan alias mencari nafkah. Pasangan suami istri dihadapkan dengan satu pertanyaan, yaitu perlukan suami dan istri sama-sama bekerja atau menghasilkan uang?
Sebelum memutuskan keduanya atau salah satunya bekerja, ada empat hal yang harus dipertimbangkan.
Pertama adalah kondisi keuangan keluarga. Lihatlah kondisi keuangan keluarga, apakah keuangan rumah tangga bisa bertahan jika ada satu pemasukan.
Yang kedua, memperhitungkan selisih pendapatan dan pengeluaran jika suami dan istri sama-sama bekerja. Meskipun pendapatan keluarga lebih besar, pengeluarannya pun juga ikut besar karena pasangan ini kerap makan di luar rumah.
Ketiga, bekerja tidak hanya sekadar mengumpulkan materi. Bisa jadi dari sisi finansial suami bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Dari sisi psikologis, bekerja adalah sarana aktualisasi diri bagi istri. Ada istri yang lebih suka berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan ada juga yang lebih suka menjadi wanita karier.
Semuanya harus dibicarakan baik-baik. Kesimpulannya, selama keputusan bersama tidak merugikan salah satu pihak, ini tidak akan menjadi masalah.
Keempat, gaya hidup. Ada ungkapan mobil yang memiliki dua gas akan melaju lebih kencang daripada mobil yang punya satu gas.
Jika suami dan istri sama-sama bekerja, kondiis perekonomian keluarga akan cepat berubah menjadi mapan daripada hanya salah satu yang bekerja. Ungkapan ini tidak sepenuhnya benar.
Bisa saja ada pasangan muda yang punya banyak sumber pendapatan, tapi gaya hidupnya sangat mewah. Ini tidak akan ada selisih positif dari arus kas yang mereka miliki. Begitu pula sebaliknya.
.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya