Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo (Jokowi) Menerima Kunjungan Ratu Maxima. (Foto: Setkab.go.id)
Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kedatangan kunjungan kehormatan Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Inklusi Keuangan, Ratu Maxima. Apa yang dibahas?
Dikutip dari setkab.go.id, Selasa 13 Februari 2018, Ratu Belanda dan rombongan tiba di Istana Merdeka pukul 09.15 WIB. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi meminta Ratu Maxima untuk mendorong sistem keuangan inklusif di Indonesia.
Dia berkata ada dua hal yang diperlukan untuk mendorong keuangan yang inklusif, yaitu penyederhanaan sistem dan penyederhanaan izin-izin.
“ Kalau dua hal itu belum kita selesaikan, ya, majunya tidak bisa sepesat yang kita inginkan,” kata mantan gubernur DKI Jakarta.
Jokowi menginginkan rakyat bisa mengakses layanan perbankan dan sektor keuangan lainnya secara sederhana dan cepat.
“ Semua masyarakat harus bisa masuk ke banking system, bisa masuk ke sistem keuangan kita sehingga akses untuk permodalan, akses untuk mendapatkan keuangan dari sana bisa didapatkan, terutama yang mikro,” kata dia.
Kunjungan Ratu Maxima ke Indonesia bukan yang pertama kali. Pada September 2016, Ratu Maxima bertemu dengan Jokowi di Istana Merdeka.
Dalam pertemuan ini, mantan wali kota Solo didampingi oleh Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, Kepala Bappenas, Bambang P. S. Brodjonegoro, dan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi.
Siapkan Pengembangan Inklusi Keuangan
Darmin mengatakan, sejak kedatangan Ratu Maxima pada 2016, pemerintah sudah menyiapkan pengembangan keuangan inklusi di Indonesia. Meskipun tertinggal dari negara lain, lanjut dia, pemerintah sudah mengembangkan beberapa program, misalnya Program Keluarga Harapan (OJK) yang menyasar 6 juta keluarga. Ada juga bantuan non tunai dan kredit usaha rakyat (KUR).
“ Itu semua sekarang pakai rekening. Tak seperti dulu. Bahkan, BPJS juga pakai rekening. Kalau dikumpulkan, kita mendorong terciptanya beberapa puluh juta rekening,” kata Darmin.
Dia memerinci ada 6 juta peserta PKH, beras sejahtera (rastra) 1,2 juta, debitur KUR 4 juta, dan penerima bantuan beasiswa 18 juta orang.
“ Tahun 2019, targetnya tingkat inclusiveness kita itu akan sama dengan negara-negara lain yang sudah lebih maju dari kita,” kata mantan gubernur Bank Indonesia ini.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya