Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
BSM-LAZNAS BSM Umat Mencanangkan Program Kampung Pala. (Foto: Bank Syariah Mandiri)
Dream – PT Bank Syariah Mandiri (BSM)-LAZNAS BSM membangun program Kampung Pala untuk memberdayakan masyarakat. Kampung Pala ini merupakan program mitra umat untuk memberdayakan UMKM agar bisnis terus berkembang.
“ Kami melihat pebisnis UMKM belum bankable. Untuk itu, kami ingin berkomitmen untuk mendampingi UMKM untuk meningkatkan kapasitas bisnis mereka, sehingga dapat terus diproses oleh bank,” kata Direktur Eksekutif LAZNAS BSM Umat, Rizqi Okto Priansyah, di Bogor, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Selasa 13 Februari 2018.
Sekadar informasi, LAZNAS BSM Umat merupakan perpanjangan tangan BSM untuk menghimpun dan mengoptimalkan dana zakat, infak, dan sedekah serta donasi sosial lainnya. Lembaga ini fokus pada pemberdayaan potensi para mustahik sehingga berpeluang, bersaing, dan punya tingkat kehidupan yang lebih baik.
Dia mengatakan Kampung Pala ini bertujuan untuk menciptakan suatu wilayah yang masyarakatnya memanfaatkan pohon pala, baik itu buahnya atau pohonnya. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk melestarikan pohon pala dan penghijauan.
“ Dukungan terhadap UMKM perlu diberikan agar masyarakat kelas bawah dan menengah bisa naik tingkat serta mandiri. (Mereka) bisa menjadi masyarakat sejahtera yang kemudian membantu yang lainnya,” kata Rizqi,
Sementara itu, pemilik usaha CV Loji Laju Inovasi, Wiwik Puntorini, mengatakan kelansgungan usahanya membutuhkan pala sebagai bahan baku utama produksinya. Wiwik juga berharap Kampung Pala bisa mengembalikan identitas Kota Bogor sebagai kota penghasil buah pala.
Sementara itu Direktur Risk and Compliance BSM, Putu Rahwidhiyasa, mengatakan BSM akan mendukung pengembangan UMKM. “ Setelah UMKM tersebut bankable, itu saatnya kami ambil peran dengan menyediakan kebutuhan finansialnya agar skala bisnisnya dapat terus meningkat,” kata Putu.
Sekadar informasi, peresmian program ini ditandai dengan penanaman 3 ribu pohon pala oleh pihak BSM dan LAZNAS BSM Umat. Peresmian ini disaksikan oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya