Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Padahal, Sudah Sibuk Banget, Tapi Pekerjaan Kok Nggak Selesai-selesai? (Foto: Shutterstock)
Dream – Pernahkah kamu merasa sangat sibuk, tapi pekerjaan rasanya nggak kelar-kelar. Sudah begitu, hari kerja terasa lebih panjang.
Dilansir dari The Muse, Senin 4 Juni 2018, ada lima alasan mengapa kamu merasa terlalu sangat sibuk. Tapi, kesibukanmu justru membuatmu tidak produktif.
Pertama, bisa jadi kamu terlalu banyak menetapkan skala prioritas. Ketika bekerja, kamu menaruh banyak hal sebagai prioritas, seperti tugas-tugas pekerjaan, rajin update media sosial, dan jalan-jalan bersama teman-teman.
Saking banyaknya, yang ada hanyalah kamu cuma menyelesaikan sedikit pekerjaan. Cobalah untuk menaruh 2-3 hal yang menjadi prioritas kamu dan kerjakan itu terlebih dahulu.
Kedua, mengikuti beberapa rapat. Kalau kamu selalu datang terlambat dan kerap mengganti waktu rapat, itu menandakan kamu terlalu commit dan mencoba menyeimbangkan segalanya, misalnya mengikuti rapat yang berdekatan. Jika diminta untuk mengikuti rapat yang berdekatan, cobalah untuk berkata tidak. Jika kamu mengikuti rapat yang mepet banget, yang ada kamu tidak kebagian waktu untuk menjelaskan update proyek kamu kerjakan.
Ketiga, konsentrasi terpecah karena internet. Berapa lama kamu mengecek e-mail atau Facebook ketika bekerja? Faktanya, rata-rata orang memiliki lima akun jejarign sosial dan menghabiskan waktu hampir dua jam untuk bermain internet setiap hari. Kalau waktu kerjamu itu delapan jam, waktu yang kamu habiskan untuk bermain internet itu seperempat dari jam kerja. Kalau tak mau terpecah karena internet, buatlah jadwal untuk mengecek e-mail, misalnya 30 menit sekali. Atau, menggunakan sistem blokir untuk situs-situs tertentu.
Keempat, multitasking. Di sini, kamu mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus. Mustahil rasanya untuk mengerjakan beberapa pekerjaan dalam sekali waktu. Cobalah untuk mengerjakan pekerjaan yang diprioritaskan satu per satu. Jangan lupa untuk memberi jeda waktu ketika hendak mengerjakan pekerjaan yang lainnya.
Kelima, beranggapan bisa produktif. Orang-orang yang pergi ke kantor selalu beranggapan bisa merampungkan semua pekerjaan. Padahal, sih, tidak jika tidak bisa menyusun skala prioritas dengan benar. Kalau mau benar-benar produktif, lebih baik susun terlebih dahulu tugas-tugas mana yang akan dikerjakan.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya