Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Pelaku pasar modal merespon positif pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo terkait APBN 2017. Terlihat dari penutupan indeks saham syariah yang menguat sepanjang perdagangan.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan laju sebagian besar bursa regional yang justru mengalami koreksi.
Pidato presiden juga tampaknya direspon positif pemodal asing yang menambah portofolio sahamnya.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 16 Agustus 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik 1,791 poin (1,02%) ke level 177,318.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga menguat 7,930 poin (1,08%) ke level 739,070.
Transaksi perdagangan saham syariah juga mengalami kenaikan dengan mencetak Rp 4,6 triliun dari 33,83 miliar saham yang berpindahtangan.
Aksi beli investor mendorong 126 emiten syariah ditutup menguat. Sementara 63 lainnya tertekan aksi jual dan 63 emiten bertahan stagnan.
Seluruh indeks sektoral ditutup menguat dengan kenaikan tertinggi dicetak indeks sektor industri dasar yang naik 2,15 persen. Disusul pertanian 1,85 persen, properti 1,42 persen, dan consumer 1,31 persen.
Saham UNVR menjadi pencetak kenaikan harga tertinggi (top gainer) usai menguat Rp 600 per saham. Diikuti INTP Rp 500, AALI Rp 325, LPPF RP 275, dan PTBA Rp 225 per saham.
Di jajaran top losser, saham-saham bluechips syariah yang tertekan adalah INTR yang turun Rp 150, PGAS Rp 60, ASRI dan SSMS masing-masing terkoreksi Rp 5 per saham.
Kabar baik juga datang dari pasar keuangan.Kurs rupiah menguat sendirian di tengah koreksi harga mata uang utama dunia. Rupiah sore ini naik 25 poin (0,19%) menjadi 13.065 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya