Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Anggaran Belanja Pemerintah Tahun 2017 Sebesar Rp2.070,5 Trilun.
Dream – Pemerintah mengajukan alokasi belanja negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara 2017 sebanyak Rp2.070,5 triliun. Angka ini berkurang Rp24, triliun dari anggaran belanja negara setahun sebelumnya sebesar Rp2.095 triliun.
Dengan alokasi tersebut, pemerintah memperkirakan RAPBN 2017 bakal mengalami defisit sebesar Rp332,8 triliun atau 2,41 persen dari APBN.
“ (Belanja) ini terdiri atas belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.310,4 triliun serta dana transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp760 triliun,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membacakan nota keuangan RAPBN 2017, di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa 16 Agustus 2016.
Sekadar informasi, pendapatan negara pada RAPBN 2017 diproyeksikan mencapai Rp1.737,6 triliun. Sumber pendapatan itu berasal dari penerimaan perpajakan sebesar Rp1.459,9 triliun dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp240,4 triliun.
Mantan gubernur DKI Jakarta ini mengatakan kebijakan pembiayaan anggaran tahun depan akan diarahkan untuk mengembangkan dan mengoptimalkan pembiayaan kreatif dan inovatif. Pembiayaan ini juga bertujuan untuk meningkatkan akses pembiayaan bagi UMKM, membuka akses pembiayaan pembangunan dan investasi secara lebih luas.
Fokus pembangunan juga akan ditujukan pada upaya mendukung program peningkatan akses pendidikan dan penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, serta menyempurnakan kualitas perencanaan investasi pemerintah, dan rasio utang terhadap pertumbuhan domestik bruto (PDB) dalam batas aman dan terkendali.
“ Selain itu, keterlibatan pihak swasta dalam pembiayaan pembangunan akan ditingkatkan melalui skema kerja sama antara pemerintah dengan badan usaha,” kata dia. (Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya