Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Bursa Saham
Dream - Tiga hari jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014, indeks bursa saham Indonesia terus bergerak naik. Indeks langsung bergerak ke zona hijau sejak pembukaan perdagangan.
Pemodal asing yang akhir pekan lalu melakukan aksi jual saham, pelan-pelan mulai mengoleksi kembali efek-efek di Bursa Efek Indonesia. Asing pagi ini masih membukukan nett buy kecil sekitar Rp 67 miliar.
Pada pra pembukaan perdagangan saham, Senin (7/7/2014), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 15,96 poin atau 0,33 persen ke level 4.921,78.
Penguatan indeks masih terus berlanjut hingga sesi pembukaan. Pada pukul 09.00 WIB. IHSG naik 13,85 poin ke level 4.919,67. Bahkan hingga perdagagan pukul 10.20 WIB, tren penguatan indeks tak berhenti bahkan semakin menguat.
Penguatan juga dialami dua indeks saham syariah Indonesia. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dibuka menguat ke level 161,58 pada sesi pembukaan. Hingga saat ini, indeks ISSI masih menguat 1,49 poin (0,93%) ke level 162,69.
Hal yang sama terjadi pada indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang dibuka menguat ke level 665,83. Indeks JII saat ini masih bertahan di zona hijau dengan menguat 7,9 poin (1,19%) ke level 671,17.
Kumpulan saham-saham unggulan syariah ini bahkan sempat membawa JII pada level 67,72.
Naiknya harga saham dari 112 emiten telah membuat indeks syariah nyaman di zona hijau. Nilai transaksi pun menembus angka Rp 1,37 triliun pada perdagangan pagi ini.
Transaksi perdagangan saham di BEI dihantui oleh turunnya sejumlah indeks bursa saham utama di Asia. Kospi Korea Selatan, SSEC Shanghai, HSI Hong Kong, dan Nikkei Jepang seluruhnya jatuh ke zona merah.
Hanya Strait Times Singapura yang bergerak menguat dengan penguatan 1,15 poin (0,04%).
" Semakin dekatnya hari pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) membuat sentimen dari Pilpres ini terlihat semakin kuat," kata Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam ulasannya.
Dari debat Capres babak terakhir kemarin, terlihat hasilnya positif untuk market, sehingga perdagangan pada hari ini, diperkirakan masih akan bergairah. Namun, kekuatan market masih tetap tergantung dari aliran dana asing yang hingga perdagangan hari Jumat kemarin, terlihat masih belum juga terlihat dalam jumlah yang besar.
Pada akhir pekan lalu, pemodal lokal juga terlihat sangat percaya diri untuk terus melakukan positioning pada saham-saham sektor konstruksi dan properti.
Di sisi lain, aksi dari pemodal asing, terlihat tetap dominan pada saham-saham big caps, terutama saham-saham sektor perbankan. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya