Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menu Makanan Jelang Berbuka Puasa
Dream - Pemborosan makanan selama bulan Ramadan kembali terjadi di Mekah, Arab Saudi. Pemerintah kota setidaknya sudah mengumpulkan 5.000 ton makanan sisa hanya dalam tiga hari pertama Ramadan.
Menurut satu laporan, warga Saudi menghabiskan 20 miliar riyal untuk belanja di bulan Ramadan. Uang belanja ini naik lebih dari tiga kali lipat dibandingkan yang dihabiskan dalam bulan-bulan sebelumnya sebesar 6 miliar riyal.
Pejabat kota Osama Al-Zaituny mengatakan kepada Arab News, seperti dikutip Dream.co.id, Minggu, 6 Juli 2014 sampah itu belum termasuk 28.000 bangkai domba dalam dua hari.
Pemerintah kota saat ini telah memasang 45 kompresor sampah di pusat kota dekat Masjidil Haram. Sementara 8.000 tukang sampah disiagakan selama bulan puasa ini.
Departemen Perdagangan dan Industri mengaku prihatin dengan besanya sampai makanan yang 45 persen berupa sisa-sisa makanan. Terlebih lagi, 80 persen dari makanan tersebut disiapkan secara tidak sehat.
Sebuah studi oleh King Saud University memperkirakan 4.500 ton makanan terbuang setiap hari di Arab Saudi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 30 persen dari 4 juta hidangan disiapkan setiap hari selama bulan Ramadan berakhir menjadi sampah, yang bernilai 1,2 juta riyal. Ahli sosiologi menilai kondisi ini sebagai 'perilaku yang tidak dapat diterima.'
Kerajaan Arab Saudi selama ini memang dikenal sebagai pengimpor makanan terbesar sekaligus negara paling boros di dunia.
Mengumpulkan sampah makanan di bulan Ramadan adalah tugas yang berat, lebih berat dari bulan-bulan lainnya.
Pejabat dari Kementerian Urusan Islam telah mendesak masyarakat untuk memasak makanan kecil untuk buka puasa untuk mencegah pemborosan. Namun Kementerian mendistribusikan lebih dari 10.000 makanan buka puasa setiap harinya di provinsi-provinsi bagian timur.
Para ahli mengatakan bahwa orang cenderung membeli lebih banyak makanan daripada yang mereka butuhkan di bulan Ramadan. Mereka juga memasak makanan baru setiap hari daripada mengkonsumsi sisa makanan untuk sahur atau berbuka puasa keesokan harinya.
Selain itu, banyak orang di Saudi menyumbangkan terlalu banyak makanan selama bulan suci, yang juga mengakibatkan pemborosan.
Makanan terbuang diperkirakan mencapai 1,3 miliar ton senilai 2,8 miliar riyal di seluruh dunia. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya