Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Listrik
Dream - Pengguna meter listrik pintar atau awam disebut listrik prabayar kini tak perlu khawatir lagi bakal mengalami listrik mati karena pulsa yang habis terpakai. Sebuah inovasi baru bakal membantu memudahkan pelanggan PT PLN (Persero).
Mengutip keterangan tertulis PLN, Jumat, 4 Juli 2014, PLN telah menjalin kerjasama dengan PT XL Axiata Tbk dan PT Sistem Mikroelektronikcerdas Co-Design (SMC) untuk penyediaan layanan listrik prabayar dengan komunikasi dua arah.
Dalam kerjasama ini, PT SMC sebagai provider teknologi akan melakukan pengelolaan data dan proses komunikasi kemudahan layanan listrik prabayar. Sedangkan untuk mendukung komunikasi datanya, tahap awal ini akan dilakukan oleh PT XL Axiata.
Inovasi terbaru ini diyakini akan memudahkan pelanggan listrik pintar dalam melakukan top up (penambahan pulsa listrik). Pelanggan tidak perlu lagi memasukan nomor toker ke dalam meteran listrik.
Bahkan ketika kWh meter prabayar pada posisi low credit dan harus segera dilakukan pengisian ulang token listrik, pelanggan akan menerima notifikasi berupa sms langsung dari kWh meter yang diatur oleh sistem.
Pelanggan ketika melakukan pembelian token via Bank, ATM maupun loket lainnya, maka pulsa listrik di kWh meter akan secara otomatis terisi oleh sistem. Pelanggan akan langsung menerima sms notifikasi keberhasilan top up tanpa harus melakukan pengisian dengan input voucher token ke kWh meter.
" Pelanggan tidak perlu lagi melakuan top up dengan meng-input kembali kode token yang sudah dibeli seperti yang sekarang dilakukan pada kWh meter prabayar yang umum digunakan pelanggan," ungkap keterangan tersebut.
Sayangnya, teknologi terbaru PLN ini belum bisa dinikmati seluruh pelanggan PLN prabayar. Layanan ini baru akan dinikmati pelanggan khusus yaitu pengguna listrik prabayar dengan daya di atas 2200 VA ke, seperti korporasi, billboard, mesin ATM, BTS, dan Penerangan Jalan Umum.
" Ini akan menjadi produk favorit bagi pelanggan 3.500 VA ke atas seperti pelanggan billboard, ATM sehingga bersedia menjadi pelanggan listrik pintar PLN," ujar Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun.
Nur Pamudji menambahkan Kerjasama ini sangat ditunggu dan tentunya dapat dikembangkan dengan fitur-fitur yang memudahkan pelayanan untuk pelanggan, bukan hanya top up listrik pintar saja.
" Misalkan untuk switch off billboard di pukul 01.00 – 04.00 hanya dengan menggunakan sms, tanpa perlu ke lokasi,” katanya.
PLN melaporkan, total pelanggan PLN saat ini telah mencapai 55 juta dan pelanggan pengguna listrik prabayar telah mencapai 15 juta pelanggan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya