Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Aksi Jual Asing Jatuhkan Indeks Saham Syariah

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 3 Juli 2014 16:31
Aksi Jual Asing Jatuhkan Indeks Saham Syariah
Sepekan jelang Pilpres, pemodal asing melakukan aksi jual saham. Padahal indeks telah menguat tiga hari terakhir.

Dream - Usai menguat tiga hari berturut-turut, bursa saham nasional akhirnya terjun ke zona merah. Aksi jual asing membawa awan kelabu bagi pergerakan indeks di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pada penutupan perdagangan saham Kamis, 3 Juli 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 19,53 poin (0,4%) ke level 4.888,73.

Bursa saham Indonesia sebetulnya didominasi oleh saham-saham yang bergerak menguat. Sebanyak 167 emiten tercatat mencetak kenaikan harga saham sementar 134 lainnya berada di zona merah.

Transaksi perdagangan saham kali ini mencapai 45,46 miliar saham dengan nilai Rp 4,54 triliun. Pemodal asing kali ini menjadi investor yang memilih menjual asetnya dengan membukukan nett sell hingga Rp 347 miliar.

Di tengah IHSG yang berkutat di zona merah, laju Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) justru sedikit lebih baik. Meski ditutup melemah 0,26 poin (0,16%) ke level 160,75, indeks ISSI sempat menengok zona merah di level 161,08.

Sama dengan IHSG, pergerakan harga saham syariah justru didominasi oleh emiten-emiten yang bergerak menguat. Tercatat 114 emiten bertahan di zona hijau sementara 78 lainnya mencetak koreksi harga.

Nilai transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai Rp 2,75 triliun yang berasal dari perpindahan tangan 29,11 miliar saham.

Diantara jajaran efek syariah, saham-saham bluechips halal juga tertekan sepanjang perdagangan hari ini. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) melemah 2,07 poin (0,31%) ke level 661,78.

Koreksi indeks saham Indonesia beriringan dengan laju bursa saham utama Asia yang menutup perdagangan di zona merah. Indes HSI Hong Kong dan Nikkei Jepang masing-masing melemah 0,08% dan 0,14%.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo menilai pelemahan indeks saham BEI ini salah satunya dipicu aksi jual pemodal asing pada saham Bank Mandiri Tbk.

" Saya jadi berpikir, wah asingnya sudah mulai cabut duluan ini padahal Pemilu masih semingg," ujar Satrio. (Ism)

Beri Komentar