Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (merdeka.com)
Dream - Usai menguat tiga hari berturut-turut, bursa saham nasional akhirnya terjun ke zona merah. Aksi jual asing membawa awan kelabu bagi pergerakan indeks di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pada penutupan perdagangan saham Kamis, 3 Juli 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 19,53 poin (0,4%) ke level 4.888,73.
Bursa saham Indonesia sebetulnya didominasi oleh saham-saham yang bergerak menguat. Sebanyak 167 emiten tercatat mencetak kenaikan harga saham sementar 134 lainnya berada di zona merah.
Transaksi perdagangan saham kali ini mencapai 45,46 miliar saham dengan nilai Rp 4,54 triliun. Pemodal asing kali ini menjadi investor yang memilih menjual asetnya dengan membukukan nett sell hingga Rp 347 miliar.
Di tengah IHSG yang berkutat di zona merah, laju Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) justru sedikit lebih baik. Meski ditutup melemah 0,26 poin (0,16%) ke level 160,75, indeks ISSI sempat menengok zona merah di level 161,08.
Sama dengan IHSG, pergerakan harga saham syariah justru didominasi oleh emiten-emiten yang bergerak menguat. Tercatat 114 emiten bertahan di zona hijau sementara 78 lainnya mencetak koreksi harga.
Nilai transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai Rp 2,75 triliun yang berasal dari perpindahan tangan 29,11 miliar saham.
Diantara jajaran efek syariah, saham-saham bluechips halal juga tertekan sepanjang perdagangan hari ini. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) melemah 2,07 poin (0,31%) ke level 661,78.
Koreksi indeks saham Indonesia beriringan dengan laju bursa saham utama Asia yang menutup perdagangan di zona merah. Indes HSI Hong Kong dan Nikkei Jepang masing-masing melemah 0,08% dan 0,14%.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo menilai pelemahan indeks saham BEI ini salah satunya dipicu aksi jual pemodal asing pada saham Bank Mandiri Tbk.
" Saya jadi berpikir, wah asingnya sudah mulai cabut duluan ini padahal Pemilu masih semingg," ujar Satrio. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya