Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Sejumlah bank Islam di dunia mengubah nama, dengan alasan agar lebih populer bagi masyarakat ekonomi dunia. Pada bulan Januari lalu, misalnya, bank yang berbasis di Dubai, Noor Islamic Bank mengubah nama menjadi Noor Bank. Begitu pun dengan Abu Dhabi Islamic Bank (ADIB) yang berencana mengubah namanya menjadi Abu Dhabi International Bank, untuk operasional mereka di luar negeri.
Perubahan nama itu merupakan bagian dari rencana besar mereka demi memperluas jaringan bisnis di manca negara.
Pendekatan baru dalam memperluas pasar, termasuk mengubah nama itu, diharapkan bisa memperluas jaringan bisnis mereka di sejumlah negara dan bukan hanya di Timur Tengah dan Asia Tenggara.
Bank-bank Islam ini merasa bahwa untuk menambah daya tarik dan daya saing dengan bank konvensional, maka mereka harus menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat global.
" Rebranding atau mengubah nama merupakan bagian penting dari pelebaran daya tarik industri," ujar Direktur Eksekutif Islamic Developmen Bank untuk Arab Saudi Yerlan Baidaulet seperti dikutip dari Arab News, Kamis, 3 Juli 2014.
" Pola pikir kami harus global, harus berpikir luas untuk meningkatkan pelanggan. Karena kita hanya mengadopsi konsep, sehingga tidak perlu sepenuhnya menamakannya dengan kata Islam," tambahnya.
Bank-bank Islam mengikuti prinsip seperti pelarangan pembayaran bunga dan spekulasi moneter murni. Bank jenis ini berkembang pesat di Timur Tengah dan Asia Tenggara dalam satu dekade ini.
Sayangnya, pertumbuhan bank-bank Islam ini masih melambat di beberapa negara karena telah kehabisan pelanggan baru. Di Qatar misalnya, tingkat pertumbuhan aset bank syariah telah turun dibandingkan bank konvensional. Berdasarkan dari data Bank Sentral UAE, aset perbankan syariah tumbuh 12,2% pada 2013, atau turun 35,1% dibandingkan tahun 2011.
Untuk itu, demi memperluas basis pelanggan maka ada dua cara, yaitu mencari strategi baru atau menarik pelanggan dari pasar baru, seperti Asia, Eropa, dan Afrika, yang meski mayoritas non-Muslim tetapi mulai tertarik dengan sistem perbankan syariah. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya