Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Badan Direktur Eksekutif Bank Dunia menyetujui pinjaman untuk Reformasi dan Modernisasi Sektor Keuangan sebesar US$500 juta atau senilai Rp 5,5 triliun kepada Pemerintah Indonesia.
Pinjaman ini diberikan demi mendukung kebijakan pemerintah Indonesia untuk memperkuat stabilitas sistem keuangan, mendiversifikasi sektor keuangan, dan memperluas akses pada fasilitas keuangan demi membantu masyarakat miskin dan kelompok yang belum terlayani.
“ Pengalaman global menunjukkan bahwa sistem keuangan yang mendalam dan terdiversifikasi mendukung perluasan lapangan kerja dan menurunkan tingkat kemiskinan,” ujar World Bank Country Director untuk Indonesia, Rodrigo A. Chaves dalam keterangan pers Bank Dunia yang dikutip, Kamis, 3 Juli 2014.
“ Akses pada fasilitas tabungan membantu mendorong konsumsi dan meningkatkan investasi, sementara layanan asuransi, contohnya untuk kesehatan dan bencana alam, dapat mengurangi kerentanan keluarga dan masyarakat, serta membantu mereka mengelola risiko yang berdampak pada keuangan mereka,” tambahnya.
Bank Dunia menilai sistem keuangan Indonesia saat ini didominasi bank dan sangat terkonsentrasi pada beberapa bank saja, sementara pelayanan keuangan di luar bank, termasuk asuransi, reksadana dan dana pensiun, masih kurang berkembang.
Itulah sebabnya pinjaman ini digelontorkan. Mendukung upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas sistem keuangan, meningkatkan pencegahan, pengelolaan dan penyelesaian krisis, termasuk kegiatan yang dilaksanakan Forum Koordinasi Sistem Stabilitas Keuangan (FKSSK), yang diharapkan pemerintah dapat membantu mencegah dan menyelesaikan krisis keuangan.
Menurut Bank Dunia, industri asuransi mikro, yang sangat tertinggal di Indonesia sebenarnya dapat melindungi jutaan keluarga dari berbagai kesulitan, seperti meninggalnya pencari nafkah keluarga atau bencana alam.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya