Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Investor asal Timur Tengah mengumumkan telah membentuk konsorsium untuk membeli tim Formula 1, Caterham Group. The Caterham Group yang berbasis di Inggris menegaskan telah menjual tim F1 miliknya kepada konsorsium investor Swiss dan Timur Tengah yang dipimpin Colin Kolles.
Hal ini diungkapkan Arabian Business yang dikutip pada Jumat 4 Juli 2014.
Tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai siapa investor Timur Tengah tersebut. Target tim ini masuk dalam 10 besar pada pertandingan sebelum akhir musim. Caterham belum mencetak poin dalam 86 pertandingan.
Penjualan Tim F1 Caterham memungkinkan Caterham Group untuk fokus mengembangkan bisnisnya. Namun, menurut ketentuan penjualan, tim akan terus membalap dengan nama Tim F1 Caterham dan akan tetap berbasis di Inggris.
Kepemilikan baru akan segera diambil alih. Mantan pembalap F1 asal Belanda, Christijan Albers, dibantu oleh Manfredi Ravetto, akan menjalankan operasional tim dan bertanggung jawab kepada direksi.
" Kami menyadari tantangan besar di depan kita mengingat pertarungan semakin dekat dan target kami ada di posisi kesepuluh dalam Championship 2014. Kami akan berusaha semampu kami untuk berkembang," ujar Albers.
Sementara itu, CEO Caterham Group Graham Macdonald menyampaikan rencana perusahaannya setelah melepas tim Formula 1 miliknya. " Kami masih akan meluncurkan merk baru," tandasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya