4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Suasana B To B Meeting, PT Sasa Inti Di Konsulat Jenderal Jeddah, Arab Saudi (Foto: Istimewa)
Dream - Produsen Bumbu Masak dan Bahan Makanan Indonesia PT Sasa Inti, bersiap membangun pabrik di Arab Saudi. Perusahaan tersebut akan menggandeng mitra lokal, Sami Alkhatiri Est.
Presiden Direktur PT Sasa Inti, Ronny Imbar mengatakan pembangunan pabrik itu untuk memenuhi permintaan pasar Timur Tengah. Selain itu, pembukaan pabrik di Arab Saudi dilakukan setelah Saudi Food and Drug Authority (SFDA) memberi izin.
Dalam rangka promosi, PT Sasa Inti telah menggelar agenda B to B, dari 2 hingga 4 November 2017. Dalam kesempatan itu sebanyak 80 mitra Tim Ekonomi dan Perdagangan KJRI hadir. Selain itu, juga digelar festival makanan dan minuman Indonesia di Pesta Rakyat yang dipadati lebih dari 4 ribu WNI di Wisma KJRI Jeddah.
Konsul Jenderal RI di Jeddah, M Hery Saripudin menyampaikan tujuan B to B meeting itu untuk mengedukasi dan diseminasi informasi produk PT Sasa Inti dan WNI yang di Arab Saudi dapat menjadi `duta promosi` produk Sasa.
" Kunci sukses promosi ini dengan melakukan mendekatan yang lebih intent dan efektif kepada seluruh warga negara Indonesia dan juga para diaspora Indonesia yang bekerja di Arab Saudi," kata Hery, dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin, 6 November 2017.
Upaya ini, kata Hery, sebagai tindak lanjut penguatan ekspor non-migas Indonesia ke Arab Saudi.
Kepala ITPC Jeddah dan anggota Tim Ekonomi dan Perdagangan KJRI Jeddah Gunawan mengatakan komoditi makanan dan minuman merupakan salah satu dari 10 komoditi potensial yang masuk ke pasar Arab Saudi.
Komoditi utama dan potensial lainnya yaitu otomotif, produk sawit, ikan dan pengolahan ikan, produk karet dan pengolahan karet (termasuk ban), material kayu (plywood), bubur kertas dan kertas, tekstil dan produk tekstil, perabotan kayu, home décor dan bahan bangunan.
Berdasarkan survei Tim Ekonomi dan Perdagangan KJRI Jeddah 2016, di Jeddah, terdapat 94 toko dan dua 22 restoran yang dikelola oleh WNI. Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir banyak bermunculan cabang-cabang rumah makan Indonesia di Arab Saudi, misalnya Bakso Mang Oedin di depan Masjid Terapung, Pembukaan Rumah Makan Wong Solo di Balad Jeddah, Pembukaan Rumah Makan Mr Sate di kawasan Syarfiah Jeddah dan Pembukaan cabang restoran Batavia di Madinah.
" Besarnya warga Indonesia yang melakukan ibadah Haji dan Umroh serta mukimin yang tinggal di Arab Saudi merupakan captive market bagi produk-produk Indonesia khususnya produk makanan dan minuman.
Masyarakat Arab Saudi sudah sangat mengenai Indonesia dengan baik dan menganggap Indonesia sebagai rumah kedua bagi warga Arab Saudi," ucap Gunawan.
(Sah)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
